Arab Palestina Dipastikan Batal Karena Ditolak Israel
                                        
Meskipun Amerika memberi batas waktu dua tahun kepada abbas untuk mendirikan 
negara Plestine, tetapi Israel tidak perlu menunggu waktu selama itu.  Agen 
mata2 Israel sudah menyusup kedalam esselon tertinggi pengambil keputusan dalam 
organisasi Hamas, sehingga bisa pasti Hamas menolak untuk berdamai dengan 
Abbas, hingga tak memungkinkan negara Palestina bisa berdiri.

Sebagai jawaban Israel atas ultimatum yang dikeluarkan Hillary Clinton kepada 
Abbas, adalah melanjutkan pembangunan settlement yang tidak lagi dibatasi 
jumlahnya.  Sehingga diharapkan dalam dua tahun bisa berhasil meraih setiap 
jengkal tanah di Gaza dan Westbank.

Gaza dan Westbank tetap milik Israel, karena penyerahan kedua wilayah tsb hanya 
dijamin dalam perjanjian Camp David yang sudah tidak berlaku lagi.


> a.wid...@... wrote:
> kalo palestina seperti swiss,
> punya pemerintahan sendiri, cuma
> ngga punya militer, hanya polisi.
> negara itu berada dalam perlindungan
> internasional..israel ngga bisa
> sembarangan lagi nyerang palestina,
> dan kalo diliat kebiasaannya dia ngga
> akan nyerang kalo ngga diserang.

Memang, tahun lalu Israel sudah mengusulkan agar negara Palestina dilarang 
memiliki militer seperti halnya Jepang, pihak UN sudah setuju, namun oleh Abbas 
ditolak kemungkinan itu.

Jadi karena udah ditolak, tidak mungkinlah Israel akan mengusulkannya kedua 
kali, itu sudah menjadi cara diplomasi Israel yang enggak bisa main tawar2an.

Jadi tidak mungkinlah bisa berdiri negara Palestina, karena biar gimanapun 
nasib berdirinya negara Palestina ada ditangan Israel bukan ditangan Amerika, 
bukan ditangan Arab.  Bahkan Israel sudah dikhianati pada Camp David Agreement, 
tidak akan dia mau ditipu dua kali.  Jadi saya pastikan saja disini, bahwa bagi 
Israel lebih baik perang sampai ludes daripada negara Palestina diberi 
kesempatan berdiri, karena orang Yahudi itupun adalah Yahudi Palestina, 
sedangkan orang Yordania, Libanon dan Syria juga merupakan orang2 Arab 
Palestina.  Karena dulunya waktu Britis Mandat diserahkan kepada UN, oleh UN 
ditetapkan wilayah yang sekarang ini Israel, Yordania, Libanon dan Syria akan 
dibagi dua yang oleh mereka disebutnya sebagai Yahudi Palestine dan Arab 
Palestine.  Namun setelah dibagi dua seperti itu, Mesir, Arab Saudia, Irak dan 
Iran mengerahkan tank2 menyerang Israel habis2an padahal Israel belum punya 
tank, belum punya pesawat.  Perang berlangsung seru dan berakhir dimeja 
perundingan karena pihak penyerang Arab tidak berhasil mengusir orang2 Yahudi.  
Pembelahan jadi Palestine Jews dan Palestine Arab diakhiri dengan referendum 
dimana ditetapkan batas2 negara Israel, padahal keputusan UN yang mengatur 
pembelahan wilayah ini menyebabkan Israel mendapatkan tanah yang lebih luas 
dari yang sekarang ini.  Namun tetap bagian Palestine Arab masih lebih besar 
dari bagian Palestine Jews.

Setelah referendum ternyata semua bagian2 kecil itu memberikan suara untuk 
Israel.  Dalam hal ini Israel sama sekali tidak puas, menuntuk kepada UN untuk 
mengembalikan wilayah Israel seperti rencana semula.

Tapi negara2 Arab menolaknya, Israel tetap tidak puas meskipun tidak melakukan 
serangan selain protest2 di UN.  Barulah setelah tahun 1967 pecah perang 6 hari 
dimana Israel berkesempatan menghajar Arab2 bangsat ini, kesempatan ini 
digunakan Israel untuk menduduki wilayah2 yang dituntutnya dulu, yaitu Gaza, 
Westbank, dataran Sinai, dataran Golan, lembah Beeka, dan juga Jerusalem timur. 
 Setelah Israel berhasil mempersatukan kota Jerusalem yang terpecah dimasa 
lalu, maka Israel dengan resmi menyatakan kota itu sebagai ibukota Israel.

UN tidak bisa menolak tuntutan Israel karena UN berhutang dulunya kepada Israel 
yang dijanjikan separoh wilayah yang sekarang adalah Jordan, Syria, Libanon, 
dan Israel, untuk dijadikan negara Palestine Jews yang sekarang adalah Israel.

Jadi sekarang ini seperti yang saya katakan, tidak mungkin Israel akan kembali 
memberikan kesempatan berdirinya negara Palestine, karena kesempatan untuk 
berdirinya negara Arab Palestine ini sudah berlalu yaitu dimasa berlakunya 
perjanjian Camp David.

Padahal waktu itupun, Israel sendiri sebetulnya menolak perjanjian Camp David 
karena memperbesar ancaman keamanan bagi Israel, namun pihak Israel ditekan 
oleh presiden Clinton dimana Amerika berjanji akan menjamin keamanan Amerika.  
Barulah setelah Arab Palestina ini mengkhianati perjanjian Camp David, maka 
Amerika tak bisa lagi menekan Israel karena janji Amerika sudah salah tidak 
bisa dipertanggung jawabkan.

Urusan Gaza dan Westbank akan digantung oleh Israel, mereka diisolir segalanya 
sehingga mereka dipersilahkan keluar dari wilayah tsb untuk kembali ke tanah 
airnya di Mesir, Jordan, Libanon ataupun Syria.  Kalopun masih ada sisa2nya 
yang masih mau menetap disitu akan jadi kuli selamanya.

Untuk mengatasi kesemuanya ini, Israel perlu waktu, mereka akan mengembangkan 
settlement sehingga seluruh wilayah itu bisa dipenuhi oleh generasi2 muda 
bangsa Israel.  Itulah sebabnya, meskipun Amerika menolak pengembangan 
Settlement, Israel pasti akan mengacuhkannya dan Amerika juga cuma bisa ngomong 
aja tapi enggak bisa menjamin keamanan Israel, bahkan dengan terjadinya 
peristiwa 911, makin memperparah posisi Amerika yang selama ini menjadi 
political pressure bagi Israel.

Sekarang Israel berjalan dengan rencananya sendiri tidak perlu lagi meminta 
pertimbangan Amerika.

Sekali lagi kalian semua pembaca untuk saksikan akan kata2ku disini, bahwa 
negara Arab Palestina mustahil bisa berdiri biarpun ditopang Amerika, UN, 
Inggris, ataupun siapa saja, karena ada aturan yang pasti di UN bahwa semua 
negara tidak boleh mencampuri urusan negara lain tanpa seizin negara ybs.

Krisis ekonomi Global menguntungkan posisi Israel, dan menjadi malapetaka untuk 
Hamas dan Abbas.  Urusan penyerangan roket2 Hamas bukan hal yang penting bagi 
Israel, setiap roket yang ditembakkan oleh Hamas akan dibalas oleh Israel 
dengan penyisiran serangan udara, tank, maupun peluru2 kendali udara kedarat 
yang menghancurkan terowongan2 dibawah tanah.

Kita sama2 tahu, Gaza dalam crisis segalanya, tidak ada air minum, tidak ada 
obat2an, tidak ada makanan, tidak ada penjual pakaian, dan yang paling parah 
tanah Gaza ini cuma dataran tandus yang tidak memiliki kekayaan alam sama 
sekali, dan dulunya juga dijadikan tempat pangkalan militer Israel setelah 
serangan 6 hari itu.

Mana buktinya ada Internasional yang bersedia memberi bantuan kepada Gaza ???  
Bahkan organisasi Hamas pun terdaftar sebagai terorist yang harus ditumpas 
seluruh dunia.

Jadi perkiraan anda bahwa Palestina bisa berdiri dibawah perlindungan dan 
pengawasan Internasional jelas absurd, karena sudah pernah UN diberi kesempatan 
oleh Israel untuk mengatur wilayah tsb, ternyata UN kemudian menarik diri 
setelah kantornya dibomb Hamas dengan serangan bunuh diri yang paling brutal 
sehingga puluhan personel UN yang tdd dari berbagai bangsa tewas mati konyol.  
SekJen UN kecewa, secepatnya menutup kantor UN di Gaza dan menarik semua 
personilnya.

Bahkan kiriman bahan makanan dan obat2an yang dikirim UN pun dirampok di Gaza 
oleh pasukan Hamas sehingga gagal untuk memberi makanan kepada rakyat jelata 
agar tidak berpihak kepada Hamas dan tetap netral.

Baru2 ini Hillary Clinton memberi ultimatum kepada Abbas untuk mampu 
menunjukkan berdirinya negara Palestina dalam waktu dua tahun.  Artinya, Abbas 
harus bisa menundukkan Hamas agar dia bisa mendirikan negara Palestina yang 
dimaksud.

Naaah....  makna dari ultimatum Hillary Clinton mempunya dampak yang pasti, 
artinya kalo setelah dua tahun tidak juga bisa berdiri, maka semua bantuan dan 
dukungan politik Amerika akan dihentikan dan Amerika akan menyerahkan segala 
permasalahan kepada Israel.

Perluasan pembangunan settlement adalah jawaban Israel atas ultimatum yang 
disampaikan oleh Hillary Clinton kepada Abbas.  Artinya tanpa menunggu batas 
dua tahun, Israel sudah memastikan tidak mungkin Abbas memiliki dukungan 
politik dalam negerinya untuk melibas Hamas.  Apalagi, semua esselon organisasi 
Hamas sudah disusupi Mossad, sehingga setiap pendekatan Abbas untuk berdamai 
dengan Hamas akan selalu ditolak.  Sementara roket2 yang makin jarang 
ditembakkan oleh pihak Hamas menjadi alasan kuat bagi Israel untuk menolak 
semua tekanan2 Internasional.

Silahkan kita semua sama2 saksikan analisis politik pemecahan Timur Tengah yang 
saya tulis disini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke