Refleksi : Sangat bagus disiapkan Rp 70 triliun untuk memberantas kemiskinan. 
Apakah jumlah ini termasuk bantuan yang diperoleh dari pemerintah Australia A$ 
250,-- untuk membantu kaum di Indonesia. Uang ini diberikan waktu kunjungan SBY 
ke Australia beberapa waktu silam. Pada pihak lain kalau dilihat hutang NKRI 
bertambah Rp. 67,3 triliun. Dari kedua jumlah yang disebutkan ini, mungkin saja 
ada yang berpendapat bahwa bantuan untuk memberantas kemiskinan berdasarkan 
pinjaman dan bukan dari surplus cadangan kas negara yang dicapai dari 
pertumbuhan ekonomi.  Apa komentar Anda?

http://us.detikfinance.com/read/2010/04/03/180344/1331321/4/berantas-kemiskinan-pemerintah-siapkan-rp-70-triliun

Sabtu, 03/04/2010 18:03 WIB



Berantas Kemiskinan, Pemerintah Siapkan Rp 70 Triliun
Ramdhania El Hida - detikFinance 


Jakarta - Pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp 70 triliun tahun ini untuk 
menjalankan program pemberantasan kemiskinan dan juga pengangguran di 
Indonesia. 

Hal ini disampaikan oleh Menko Kesra Agung Laksono saat ditemui di RSPAD Gatot 
Subroto, Jakarta, Sabtu (3/4/2010).

"Kalau di APBN 2011 meningkat itu akan diajukan untuk kluster-kluster yang 
sama. Misal, untuk lansia, sekarang lebih dari 1,6 juta orang tapi baru 
tercover 10 ribu dalam APBN 2010. Untuk yang sangat miskin ada 33 juta yang 
kami cover baru 750 ribu orang. Jadi jenisnya tetap hanya cakupannya yang 
diperluas," jelasnya.

Pemerintah belum berniat mengubah target penurunan angka kemiskinan dan 
pengangguran di Indonesia pada tahun 2010. Kemiskinan akan ditekan sampai 
14,2%, dan pengangguran diturunkan sampai 8%.

"Kalau targetnya tetap seperti yang semula dalam RPJMN ditetapkan sekarang 
14,2% untuk kemiskinan dan 8% untuk pengangguran.Targetnya tidak berubah," 
ujarnya.

Menurut Agung, pihaknya masih menunggu hasil sensus penduduk 2010 yang 
dilakukan oleh BPS untuk menentukan jumlah masyarakat miskin yang akan 
dijadikan target dalam APBN 2011.

"Menunggu sensus kemiskinan. Mudah-mudahan dari hasil sensus datanya akurat 
mengenai kondisi dan perkembangan semestinya, sebagai dasar pemberian bantuan 
raskin, dan sebagainya," ujarnya.

April ini, Agung menyatakan pihaknya dinstruksikan Presiden untuk menangani 
kelompok marjinal yang terabaikan. Seperti anak yang bermasalah hukum, 
gelandangan, anak-anak korban bencana, lansia, dan masyarakat berpenyakit 
tertentu.

"Mereka-mereka yang termarjinalkan, saya yakin April ini selesai sehingga tidak 
ada yang termarjinalkan, semua ter-cover," tukasnya.

++++
http://us.detikfinance.com/read/2010/04/03/130911/1331169/4/utang-ri-tambah-rp-673-triliun-dalam-3-bulan


Utang RI Tambah Rp 67,3 Triliun Dalam 3 Bulan
Wahyu Daniel - detikFinance 


Jakarta - Selama triwulan I-2010 (Januari-Maret 2010), pemerintah Indonesia 
kembali menambah jumlah pundi-pundi utangnya sebesar Rp 67,3 triliun. Jumlah 
utang ini diperoleh dari hasil penjualan surat utang atau Surat Berharga Negara 
(SBN).

Demikian disampaikan dalam pengumuman Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang 
Kementerian Keuangan yang dikutip detikFinance, Sabtu (3/4/2010).

Dari jumlah Rp 67,3 triliun, sebanyak Rp 37,4 triliun didapat melalui lelang 
Surat Berharga Negara (SBN). Hingga 1 April 2010, total realisasi penerbitan 
SBN baik melalui lelang, bookbuilding, maupun private placement telah mencapai 
Rp 67,3 triliun atau 38,5% dari total target gross issuance tahun 2010.

Pada tahun 2010 ini sesuai dengan rencana APBN 2010, pemerintah akan mencari 
utang lewat penerbitan SBN sebesar Rp 104,4 triliun. Target yang diumumkan 
tersebut hanya memperhitungkan penerbitan SBN melalui lelang dan tidak termasuk 
penerbitan melalui bookbuilding (SBN valas dan SBN ritel) maupun private 
placement.

Di triwulan II-2010, pemerintah akan menerbitkan SBN melalui lelang sebesar Rp 
29,4 triliun.

Kirim email ke