http://www.antaranews.com/berita/1270194977/misa-jumat-agung-pindah-ke-restoran-karena-ancaman

Misa Jumat Agung Pindah ke Restoran Karena Ancaman

Jumat, 2 April 2010 14:56 WIB | Peristiwa | Pendidikan/Agama |
Bogor (ANTARA News) - Umat Katholik di wilayah paroki Parung Bogor memindahkan 
lokasi misa Jumat Agung sore ini ke sebuah restoran setelah massa yang 
mengatasnamakan Forum Ulama Parung menolak semua bentuk kegiatan ibadat yang 
dilakukan umat Katholik di Kapel Paroki Parung di desa Tulang Kuning.

"Untuk mencegah adanya kerusakan dan keselamatan umat terutama anak-anak dan 
lansia, terkait adanya penolakan kegiatan kita, maka panitia memindahkan misa 
Jumat Agung ke restoran Garden di Lebak Wangi," kata Ketua Lingkungan Santo 
Paulus Parung, Bartholomeus Andri.

Sebelumnya sekitar 200 orang dari Forum Ulama Parung melakukan unjuk rasa pada 
Kamis malam (1/4) di Kantor Kecamatan Parung untuk menolak segala bentuk 
kegiatan dan ibadat dalam rangkaian perayaan Paskah yang dilakukan umat 
Katholik Parung di halaman kapel Paroki Parung di Tulang Kuning.

Sekitar 1.000 umat Katholik Parung pada Kamis malam sempat merayakan Misa Kamis 
Putih yang berlangsung di tanah Kapel Tulang Kuning, dengan menggunakan 
tenda-tenda besar. Misa yang digelar sejak pukul 17:30 WIB berjalan dengan 
lancar hingga selesai pada pukul 19:30 WIB. Sejumlah aparat kepolisian terlihat 
ikut mengamankan lokasi jalannya misa.

Namun, sekitar pukul 22:00 WIB, massa yang mengatasnamakan Forum Ulama Parung 
melakukan unjuk rasa menolak semua kegiatan ibadat yang dilakukan umat Katholik 
di wilayah itu, karena menilai ijin mendirikan bangunan bagi gereja belum ada 
sehingga umat Katholik tidak boleh melakukan kegiatan ibadat apapun.

Massa dari Forum Ulama Parung juga mengancam akan membubarkan dengan paksa jika 
ibadat tetap dilakukan di tempat itu.

Kejadian seperti ini mengulang peristiwa pada perayaan Natal Desember 2009 
lalu, ketika umat Katholik Parung harus memindahkan perayaan Natal ke sebuah 
kantor di Lebak Wangi karena adanya penolakan perayaan Natal di desa Tulang 
Kuning.

Umat Katholik Parung sebenarnya sudah mengajukan ijin untuk mendirikan bangunan 
Gereja di tanah Tulang Kuning sejak tahun 1990, dengan telah berulang kali 
mengajukan surat permohonan kepada Bupati Bogor, namun hingga saat ini ijin 
tidak juga keluar.(ANT/A038)

Kirim email ke