Balfour Declaration Bukti Otentik Berdirinya Israel
                                         
Ini adalah konflik Israel-Arab, bukan konflik Israel-Palestina, karena penduduk 
pribumi Palestina sendiri adalah orang2 Yahudi itu sendiri.

Arab Palestina bukanlah orang Palestina, mereka persis sama seperti orang Cina 
Indonesia yang juga bukan orang Indonesia tapi pendatang dari masing2 negara 
leluhurnya.

Penduduk aseli Palestina memeluk 2 agama yang berbeda, yaitu mereka yang 
memeluk agama yang menyembah dewa dewi Filistine dinamakan "orang Palestina", 
dan mereka yang menyembah dewa Yahweh disebut sebagai "orang Yahudi".  
Sebaliknya, orang Arab Palestina sama sekali tidak ada kaitannya dengan orang 
Palestina, justru mereka musuh orang2 Palestina karena beragama Islam mereka 
wajib menghancurkan patung2 berhala mereka.  Orang2 Palestina mengalami 
genocide yang dilakukan oleh orang2 Arab Palestina.  Hal inilah yang menjadi 
landasan dikeluarkannya "Balfour Declaration" oleh pihak inggris yang lebih 
memahami lapangan bekas jajahannya.

Dunia Islam selama ini menyebarkan kebohongan se-olah2 tanah Palestina adalah 
milik Arab.  Dibawah ini saya cuplikan "The Balfour Declaration" sebagai bukti 
otentik bahwa penjajah Inggris memberikan wilayah Palestina ini kepada 
penduduknya yaitu Jews Palestine.

http://en.wikipedia.org/wiki/Balfour_Declaration_of_1917

The Balfour Declaration of 1917 (dated 2 November 1917) was a formal statement 
of policy by the British government stating that

    "His Majesty's government view with favour the establishment in Palestine 
of a national home for the Jewish people, and will use their best endeavors to 
facilitate the achievement of this object, it being clearly understood that 
nothing shall be done which may prejudice the civil and religious rights of 
existing non-Jewish communities in Palestine, or the rights and political 
status enjoyed by Jews in any other country."[1]

The declaration was made in a letter from Foreign Secretary Arthur James 
Balfour to Baron Rothschild (Walter Rothschild, 2nd Baron Rothschild), a leader 
of the British Jewish community, for transmission to the Zionist 


Jajahan Inggris itu meliputi Mesir, Turki, Palestine, Syria, Libanon, dll.  
Setelah usai perang dunia kedua, Inggris boleh dikatakan bangkrut, atas tekanan 
Amerika-lah Inggris bersedia memenuhi permintaan masing2 wilayah yang berjuang 
untuk mendapatkan kemerdekaannya.

Akhirnya semua wilayah yang mayoritasnya Arab telah berhasil dengan aman 
berdiri negara2 baru, seperti Turki yang dulunya bersatu dengan palestina 
sekarang dipisah.  Negara2 baru itu antara lain adalah Turki, Syria, Libanon, 
Yordania, dan Israel.  Semua wilayah ini memiliki representative masing2 yang 
meminta agar Inggris memberi kemerdekaan kepada mereka.

Akhirnya keseluruhan wilayah tsb berhasil mendapatkan kemerdekaannya, kecuali 
wilayah Palestina sewaktu diberikan kepada Yahudi, maka terjadi pemberontakan 
orang2 Arab untuk mengambil alih wilayah tsb yang mayoritas dihuni oleh Yahudi 
Palestine.  Tapi Yahudi Palestine ini berhasil mempertahankan wilayahnya 
meskipun dikeroyok dari empat penjuru oleh Arab2 tetangganya.

Akibat pemberontakan ini, akhirnya liga bangsa2 mau mencari jalan tengah, 
wilayah Palestine ini dibagi dua menjadi wilayah Jews Palestine dan Arab 
Palestine.  Tapi usulan liga bangsa2 membagi dua ini ditolak oleh pihak Arab 
yang malah mengerahkan pasukan menyerang Yahudi.  Tetapi Yahudi Palestine ini 
berhasil mempertahankan diri karena memang merekalah penduduk aseli diwilayah 
tsb sehingga semua penyerang yang masuk wilayahnya mati konyol.

Usul liga bangsa2 untuk membagi dua Palestine belakangan ditolak oleh pihak 
Yahudi juga karena wilayah yang akan diberikan kepada Arab Palestine itupun 
mayoritasnya tdd dari orang2 Yahudi Palestine bukan Arab Palestine.  Pihak 
Yahudi menolak usul liga bangsa2 untuk memberikan separoh wilayah yang 
dikuasainya kepada Arab Palestine.

Demikianlah hingga resmi terbentuknya negara Israel, maka pemerintah baru ini 
mengundang agar semua orang Yahudi diluar negeri boleh kembali ketanah airnya 
yang dikatakannya sudah aman.  Jadi bohong kalo dikatakan tanah itu kosong dan 
oleh Inggris katanya sengaja dikirim orang2 Yahudi untuk mengisinya.  Justru 
sebaliknya, orang2 Arab itulah yang tadinya cuma sedikit karena mereka tidak 
suka untuk tinggal berdekatan dengan orang2 Yahudi.  Setelah Inggris 
merencanakan memberi kemerdekaan kepada Israel, maka Arab2 inilah yang kemudian 
menyerbu masuk agar bisa mendudukinya dan menuntut kepada Inggris merubah 
rencananya.

Inggris sudah bersikap adil, wilayah yang mayoritas Arab memang diberikan 
kepada orang2 Arab seperti Turki, Syria, Libanon dan Yordania.  Tetapi kenapa 
wilayah yang banyak orang Yahudinya justru ditolak Arab untuk diberikan kepada 
orang Yahudi malah dituntut agar juga diberikan kepada orang2 Arab.

Disinilah sikap curang culas dari orang2 Arab Islam ini, mereka sudah 
mendapatkan wilayah yang lebih luas tetapi tetap serakah untuk mengambil 
miliknya orang2 Yahudi, menyebarkan berita bohong, dan menyerbu dengan 
kekerasan dan teror2.

Setiap diserang Arab sekarang ini, Israel akan memperluas wilayahnya karena 
perluasan daerah ini dibutuhkan untuk keamanan bagi keberadaan negara tsb.  
Westbank dan Gaza yang dulunya wilayah milik Mesir, sekarang menjadi wilayah 
Israel akibat serangan 6 hari yang berhasil dilumpuhkan oleh Israel.

Sisa2 terorist Arab yang ingin membasmi orang Yahudi sekarang sudah terjebak di 
Westbank dan Gaza dalam kepungan pagar betis pasukan Israel, Jerusalem Timur 
yang tadinya milik Jordania, sekarang menjadi wilayah Israel sehingga seluruh 
kota Jerusalem sekarang telah dinobatkan sebagai ibukota baru dari Republic of 
Israel.

UN dan dunia Internasional boleh mengusulkan apa2 yang sebaiknya dilakukan 
Israel, tetapi semua keputusan itu ditetapkan oleh Israel bukan oleh UN atau 
dunia Internasional.

Israel sekarang adalah yang berdaulat tidak bisa didikte oleh negara manapun 
juga karena masalah keamanan Israel bukan dibawah perlindungan UN ataupun 
Internasional.

Masalah konflik Israel-Palestina adalah penyebutan yang salah, karena tidak ada 
konflik antara Israel dan Palestina, karena Palestina itu sendiri penduduk 
aselinya adalah orang2 Yahudi juga.  Penyebutan konflik ini lebih tepat adalah 
KONFLIK ISRAEL ARAB.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke