Refleksi : Wah lumayan  bin hebat,  presiden perintahkan untuk membongkar 
perkara Gays sampai ke akar-akarnya. Tetapi, bagaimana dengan perkara Bank 
Century, apakah tak perlu dbongkar habis dan segera harus ditutup mati? 
Jangan-jangan sang presiden sudah dihinggapi penyakit lupa-lupa dan oleh karena 
itu tidak ingat lagi apa yang diumumkan oleh organ Perserikatan Bangsa- Bangsa 
, Stolen Asset Recovery (StAR), tentang kekayaan hasil korupsi  bossnya yaitu 
alm mantan presiden NKRI, jenderal TNI  haji Muhammad Soeharto. Menurut mereka 
Soeharto menyimpan harta sebesar antara US$ 30 miliar dan US$ 50,- miliar di 
berbagai pelosok dunia . Koq diam saja sang presiden ini, tidak kedengaran ada 
perintah untuk diusut perkaranya sampai ke sumsum akar-akarnya, tetapi malah 
bisu-sunyi senyap seperti  perkara ini telah dikubrurkan untuk selama-lamanya. 

Berapa banyak duit  perkara Gayus dibanding dengan Bank Century atau harta 
haram yang disembunyikan Soeharto? 

http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=50183:presiden-perintahkan-perkara-gayus-dibongkar-habis&catid=3:nasional&Itemid=128

Presiden Perintahkan Perkara Gayus Dibongkar Habis 
      Jakarta, (Analisa)

      Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan perkara pajak yang 
melibatkan pegawai Direktorat Pajak Kementerian Keuangan, Gayus Tambunan, 
dibongkar habis dengan mengejar semua pihak terlibat.

      Dalam pengantar sebelum memulai sidang kabinet paripurna di Kantor 
Kepresidenan, Jakarta, Senin, Presiden mengatakan perkara Gayus Tambunan 
tersebut merupakan jenis "kongkalikong" yang jelas-jelas melibatkan pegawai 
pajak dengan wajib pajak.

      "Saya lihat kejahatan muncul ini jenis 'kongkalikong'. Saya minta 
dibongkar, dikejar, supaya bersih betul supaya negara tidak dirugikan," 
ujarnya. Presiden juga meminta agar publik diberikan penjelasan yang baik 
seputar perkembangan kasus tersebut.

      Kepala Negara mengaku terus terang terusik dengan perkara Gayus Tambunan 
yang menurut dia bermula dari praktik penyimpangan berbau mafia atau 
persekongkolan dan telah melebar hingga masuk ke wilayah fundamental. "Ini 
harus kita tuntaskan," ujarnya.  Presiden mengatakan sampai saat ini ia baru 
mendapatkan laporan sementara yang belum utuh tentang perkara Gayus Tambunan.

      Pengungkapan perkara itu, lanjut dia, diharapkan dapat memicu gerakan 
pembersihan dalam tata kelola pemerintahan secara serius agar pemerintahan yang 
sekarang mewariskan kondisi lebih baik kepada pemerintahan mendatang. Menurut 
Presiden, sejak lima tahun lalu sebenarnya ia telah berbicara agar kejahatan 
pajak betul-betul diperangi.

      "Tentu ini jenis kejahatan yang tidak bisa kita berikan toleransi ketika 
negara masih membutuhkan sumber keuangan lebih besar untuk membiayai 
pembangunan," katanya. 
      Presiden berharap institusi penegak hukum maupun satuan tugas 
pemberantasan mafia hukum yang dibentuknya dapat secara serius menangani serta 
melaporkan kepada dirinya penuntasan perkara Gayus Tambunan.

      Ia juga meminta agar pihak berkaitan memikirkan langkah-langkah harus 
dilakukan agar perkara serupa tidak terjadi lagi pada masa depan.  Presiden 
juga mengingatkan agar perkara yang juga merugikan negara seperti kasus Bank 
Century terus ditangani dan tidak tenggelam di balik hiruk pikuk kasus Gayus 
Tambunan 

Kirim email ke