Dari Two Berubah jadi One State Solution
                                      
Israel akan segera mengubah politiknya terhadap Arab Palestina, penyelesaian 
damai yang tadinya sudah disetujui sebagai "Two State Solution" akan diganti 
menjadi "One State Solution" yang pasti ditolak keras oleh pihak Abbas.  
Artinya, pendirian negara Palestina yang disetujui melalui "Camp David" 
agreement akan segera dibatalkan.

Pihak Arab Palestina betul2 terpukul, terlalu mahal harga yang harus dibayarnya 
akibat membatalkan secara sepihak atau mengkhianati perjanjian "Camp David" 
sebagai "Two State Solution" yang telah ditanda tanganinya.

Akibat perbuatan Hamas yang menembaki terus roket2, menjadikan keamanan Israel 
menjadi taruhan yang sangat riski.  Dalam hal ini Israel tidak akan membiarkan 
berdirinya negara Palestina selama ancaman terhadap Israel tidak ada jaminan 
yang pasti.

Dengan berjalannya waktu, sekarang ini pihak Israel dipastikan menolak cara 
penyelesaian damai secara "Two State Solution", Israel tidak akan tawar menawar 
dan akan langsung secara sepihak memaksakan "One State Solution" yang 
dipastikan akan ditolak oleh Abbas dan Hamas.

Bagi Israel, tidak ada pilihan dan tidak merasa perlu melakukan pembicaraan 
atau kontak2 untuk mendapatkan persetujuan dengan pihak Abbas apalagi Hamas.

Israel akan mengulur waktu dan tidak akan melakukan pembicaraan dengan pihak 
Abbas atau Hamas, sementara pembangunan settlement terus dilanjutkan tanpa 
batas dan mengambil wilayah Abbas dan Hamas yang dalam perjanjian Camp David 
telah disetujui menjadi wilayah Palestina.

Makin lama waktu berjalan, akan makin mengkerut wilayah negara Palestina yang 
sebelumnya dijanjikan dalam perjanjian Camp David.  Bahkan Israel hanya 
bersedia berunding apabila Palestina bersedia menyerahkan lebih banyak lagi 
wilayah2nya yang sekarang sudah diambil alih oleh Israel lebih dari 550% 
daripada tahun lalu untuk pembangunan settlement yang terus berkembang secara 
pesatnya.

Lebih dari 250 ribu orang2 Yahudi sudah menempati Jerusalem Timur yang selama 
ini diprotes Abbas, sementara pembangunan pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur 
tidak pernah berhenti atau ditangguhkan.

http://www.newsweek.com/id/160030
Palestinians have already shown willingness to concede 78 percent of what they 
consider their rightful territory to Israel, reportedly shot back, "Forget the 
78 percent. What is being negotiated now is the remaining 22 percent." The 
message was clear: Palestinians must be ready to give up more land.

Seperti laporan diatas, bahwa Palestina sudah memasrahkan 78% wilayahnya 
dikembalikan kepada Israel.  Tetapi pihak Israel menolaknya, karena negosiasi 
harus juga menyertakan 22% sisanya.  Tentu para pembaca memahami artinya, bukan 
berarti wilayah Palestina jadi makin mengecil, melainkan hilang sama sekali 
tidak ada lagi negara Palestina.  Menarik sekali cara negosiasinya khan ???

Dari berita ini, kita bisa memastikan, bahwa Israel tidak akan berunding lagi 
untuk membicarakan negara Palestina, melainkan hanya bersedia berunding 
membicarakan sisa dari negara Palestina yang harus dikembalikan ke Israel 
dimana nantinya akan menyangkut pembicaraan pengungsian orang2 Arab Palestina 
ini ke negara2 Arab yang masih banyak tanah kosongnya.

Sekarang ini, Israel belum bisa secara resmi mengumumkan perubahan 
kebijaksanaannya karena masih mematuhi permintaan Obama untuk memberi 
kesempatan dua tahun lagi kepada Abbas dan Hamas untuk membentuk 
pemerintahannya.  Namun dari sikap Hamas, tidak akan ada perubahan sikap yang 
bisa ditawar atau dinegosiasi, yaitu tetap menolak perjanjian Camp David, tetap 
menolak mengakui negara Israel, dan tetap bertekad memusnahkan seluruh bangsa 
Yahudi dari tanah Palestina hingga titik darah yang penghabisan.

Sementara kondisi di Gaza makin parah karena pemboikotan hampir total disertai 
kepungan pagar betis yang ketat sambil sekali2 pembersihan, penghancuran 
terowongan2 baru yang digunakan untuk penyelundupan oleh pihak Hamas, sementara 
di Westbank status quo.

Semua pembaca saya silahkan memberi komentar terutama mereka yang masih 
menganggap bahwa UN serta banyak negara2 didunia yang masih bersimpati kepada 
Arab teroris disini.  Nyatanya, meskipun banyak negara2 yang memprotest Israel 
sambil se-olah2 bersimpati kepada Arab palestina ini, tapi kenyataannya tetap 
membantu dan memberi dukungan justru kepada Israel melalu jalur belakang.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke