http://nasional.kompas.com/read/2010/04/06/20071824/Guruh.Masih.Yakin.Gantikan.Megawati.

Guruh Masih Yakin Gantikan Megawati 
Selasa, 6 April 2010 | 20:07 WIB

Kompas/Agus Susanto
Guruh Sukarnoputra 
DENPASAR, KOMPAS.com - Guruh Soekarnoputra tanpa ragu kepada para wartawan 
menyatakan, pelaksanaan Kongres III PDI-P yang berlangsung di Hotel Grand Ina 
Bali Beach, Selasa (6/4/2010) hingga Jumat (9/4/2010), sebagai kongres dagelan. 
Meski kecewa, Guruh masih berharap ada celah bagi dirinya untuk maju sebagai 
calon ketua umum, bersaing dengan kakanya, Megawati Soekarnoputri.


Yang saya lihat, Puan memang dikondisikan, dipaksa untuk masuk dalam 
kepengurusan. 
-- Guruh Soekarnoputra

"Kongres ini dilaksanakan atas SK 435 yang melanggar AD/ART. Suara ranting sama 
sekali tidak dipakai, teman-teman ranting tidak dianggap suaranya. Saya 
menganggap kongres ini cacat secara hukum karena bertentangan dalam AD/ART. 
Partai ini sudah keblinger," kata Guruh kepada para wartawan saat ditemui di 
Segara Village, Selasa (6/4/2010). 

"Saya melihat, PDI-P seakan dipergunakan oleh segelintir orang-orang yang dekat 
dengan Bu Mega, menjadi alat merebut kekuasaan saja. Bu Mega seakan-akan 
diposisikan seperti Pak Harto, harus Bu Mega. Ini dilakukan oleh mereka-mereka 
yang saya anggap merusak partai dari dalam," Guruh menegaskan. 

Meski begitu, Guruh masih penuh harapan adanya perubahan politik dari para 
peserta kongres, untuk kemudian memilih dirinya sebagai ketua umum. Menurut 
dia, dalam berpolitik, segala sesuatunya sangat mungkin terjadi. 

"Apakah saya akan datang ke kongres atau tidak, lihat nanti. Tunggu di 
menit-menit terakhir karena di dalam berpolitik segala sesuatunya tetap 
terjadi. Saya hanya ingin menyelamatkan partai, harus disempurnakan, diperbaiki 
dengan cara revolusi. Saya berharap para peserta kongres bisa insaf," kata 
Guruh meyakinkan. 

Dalam kesempatan itu, Guruh juga menyatakan penolakannya terhadap putra-putri 
Megawati bila harus masuk dalam kepengurusan DPP PDI-P hasil kongres III ini. 
Baik Puan Maharani maupun Prananda Prabowo, termasuk Puti Guntur Soekarnoputri, 
dianggapnya masih hijau dalam dunia politik. 

"Setahu saya, Nanan (Prananda), keponakan saya itu, bukanlah aktivis. Agak 
dipaksakan kalau dia harus masuk di kepengurusan DPP mendatang. Begitu juga 
dengan Puan, masih terlalu hijau, masih perlu waktu sehingga matang dalam 
berpolitik," ungkapnya. 

"Yang saya lihat, Puan memang dikondisikan, dipaksa untuk masuk dalam 
kepengurusan. Padahal, menurut pandangan saya, waktunya bukan saat ini," 
katanya lagi.

TERKAIT:
  a.. Puan Harus Belajar 20 Tahun Lagi 
  b.. Guruh: Mega Mirip Pak Harto 
  c.. Guruh Minta Mega Istirahat dari Dunia Politik 
  d.. Panda: Guruh Harusnya Tahu Diri, Belajar Dulu... 
  e.. Guruh: Saya Dicurangi! 

<<193854p.jpg>>

<<quote_1.gif>>

<<quote_2.gif>>

Kirim email ke