Re: Gempa Aceh Yang Tanpa Pengawas
Ternyata Allah tidak mau memberi peringatan dini kepada umat yang menyembahnya
sehingga harus mempercayai peringatan dini dari orang2 kafir penyembah berhala
dari Thailand yang diharamkan Allah untuk mempercayainya.
Mengapa Allah mengirimkan bencana ini kepada umatnya??? Hanya Dia yang
mengetahui dan kita tidak berhak mengetahuinya, tapi satu hal yang pasti,
bencana kiriman ini bukanlah ujian keimanan kepada mereka yang menyembahNya.
> David Silalahi <davidfr76...@...> wrote:
> manajemen informasi yang menahan berita
> memang bisa dikatakan bagus kalau memang
> bertujuan baik dan kondisi yang mendukung
> juga baik. tapi sekarang kondisinya
> adalah pihak luar negri sudah merespon
> bahkan thailand sudah berani mengumumkan
> peringatan tsunami.
>
Management itu khan cuma alat saja, implementasinya atau penggeraknya tetap
saja manusia penguasa yang mempunyai wewenang, pertimbangan, dan mengambil
keputusan yang bisa benar dan juga bisa salah. Kesalahan juga ada beberapa
macam, kesalahan disengaja karena bertujuan korup, kesalahan tak sengaja karena
kurang pengalaman, bodoh, atau tidak berbakat.
Tapi kedua macam kesalahan ini gampang dibedakan, karena kesalahan yang tidak
sengaja karena kurang pengalaman, bodoh atau tidak berbakat bisa disingkirkan.
Seorang pemimpin tidak perlu pengalaman, tidak perlu pinter atau harus
berbakat, karena pemimpin bisa memilih pembantu2 yang berpengalaman, pinter dan
berbakat.
Satu2nya penyebab hanyalah kesalahan yang sengaja atau disengaja yang punya
tujuan dengan beberapa kemungkinan, yaitu kemungkinan politis, kemungkinan
adanya korupsi, dan kemungkinan adanya hal2 yang tak terduga, misalnya
kerusakan alat mendadak, atau kekurangan atau keterbatasan dana. Semua bisa
terjadi karena memang enggak ada yang 100% sempurna. Bukan cuma Indonesia saja
tapi juga negara lain. Itulah sebabnya, kalo kekurangan sekarang bisa ditutupi
dibantu oleh Thailand, diharapkan dilain kali dalam kasus lain, Indonesia yang
bisa membantu menutupi ketidak sempurnaan negara tetangganya.
Tetapi kalo terus2an dan ber-ulang2 tetap saja kita Indonesia tidak berdaya,
tentunya system keseluruhannya yang harus di overhaul, karena satu2nya yang
paling parah kerusakan dinegara ini yang menyebabkan systemnya lumpuh adalah
hukum negara yang penuh konflik religious vested interest. Akibatnya, hukum
dan UU yang harusnya menjadi penggerak dari system itu tidak bisa berjalan atau
mogok. Indonesia yang UU-nya Pancasila ini ternyata aplikasinya adalah Syariah
Islam. Kontaminasi UU-negara oleh Syariah Islam menyebabkan pelaksana dari
atas kebawah bukan lagi memikirkan masyarakat secara keseluruhan tetapi
memikirkan kotak2 agamanya masing2 dengan kepentingan yang ber-beda2 tergantung
posisi dan kepentingan masing2 dalam memanfaatkan situasi yang ada. Korelasi
ini memang enggak bisa hanya ditelaah dengan mata telanjang saja, tetapi bisa
ditemukan dengan analysis yang cermat. Contoh kasus, syech puji yang menikahi
gadis dibawah umur mendorong organisasi perlindungan anak bertindak mendorong
hukum yang berlaku sehingga Syech Puji dipenjara untuk secara hukum kemudian
membatalkan pernikahannhya, tapi karena aplikasi hukum Syariah maka Syech Puji
secara hukum juga harus dibebaskan dan pernikahannya syah tidak bisa dibatalkan.
Jadi, kalo kasus Syech Puji merusak implementasi hukum yang berlaku dalam
melindungi anak2 dibawah umur, maka dalam berbagai kasus lainnya termasuk
bencana alam ini, implementasi system juga gagal dalam melindungi masyarakat.
Dalam hal ini bisa menjelaskan mengapa system info yang ditahan pemerintah
untuk tidak disebarkan kepada masyarakat sesungguhnya meliputi berbagai
kepentingan yang lebih komplex yang seharusnya tidak perlu mengkontaminasi
hukum negara yang jadi makin banyak kebocoran2nya untuk dimanfaatkan oleh
religious vested interest yang susah dilacak.
Itulah sebabnya, motor hukum yang rusak, akan menyebabkan kesalahan yang akan
berulang untuk segala kasus2 yang ber-beda2 tergantung religious vested
interest dari pejabat2nya yang dikuasdai oleh religious prejudice yang makin
komplex sehingga tidak bisa lagi dilokalisasi kesalahannya selain mengganti
semua komponent2 dalam systemnya dengan overhaul.
Ny. Muslim binti Muskitawati