Refleksi : Kalau management perminyakan diperbaiki  produksi minyak bisa 1,4 
juta barrel  diakhir tahun 2011. Jadi antara tahun 2005 hingga kini management 
perminyakan tidak baik? Lalu kalau seandainya dalam waktu satu tahun lebih 
tidak sempat diperbaiki management,  karena merugikan pihak tertentu, maka 
berapa barrel bisa dihasilkan pada akhir tahun 2011?

http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=16403

      Minggu, 11 April 2010 
     

      EKONOMI 
     
     
     

Produksi Minyak Bisa 1,4 Juta Barel di Akhir 2011 


      JAKARTA (LampostOnline): Produksi minyak nasional bisa mencapai 1,4 juta 
barel per hari (bph) pada akhir 2011. Hal itu dapat dicapai jika pemerintah 
memperbaiki manajemen minyak nasional.

      "Kalau manajemen perminyakan nasional diperbaiki harusnya produksi minyak 
di akhir 2011 bisa mencapai 1,4 juta barel per hari," ujat pengamat perminyakan 
Kurtubi, Minggu (11-4).

      Perbaikan manajemen perminyakan nasional, lanjut dia, salah satunya dapat 
dilakukan dengan melakukan revisi UU Migas. Menurut Kurtubi, UU ini harus 
direvisi karena dinilai telah menghambat investasi di sektor hulu migas. Ini 
dibuktikan dalam 10 tahun terakhir, tidak ada lapangan baru migas yang 
ditemukan sehingga produksi minyak nasional tidak bertambah.

      "Dalam pasal 31 disebutkan kalau kontraktor kontrak kerja sama harus 
membayar pajak meskipun lapangan yang dikelolanya masih dalam tahap ekplorasi. 
Kalau begitukan siapa yang mau investasi. Orang belum menghasilkan kok sudah 
disuruh bayar pajak," kata dia.

      Kehadiran BP Migas juga dinilai telah menghambat investasi di sektor hulu 
migas. Menurutnya, adanya BP Migas telah membuat proses perijinan menjadi 
panjang dan berbelit-belit sehingga membuat para calon investor malas 
berinvestasi di sektor hulu migas.

      Faktor lainnya yaitu ketidakpastian hukum karena adanya beberapa pasal 
dalam UU itu yang berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi harus diamanden, 
namun hingga kini masih belum dilakukan.

      Jika pemerintah tidak juga memperbaiki manajemen minyak nasional, Kurtubi 
memperkirakan produksi minyak hanya di kisaran 1 juta bph di akhir 2011. Target 
itupun baru bisa dicapai jika produksi blok Cepu bisa dipercepat. Jika tidak, 
target produksi sebesar 1 juta bph itu, jangan harap bisa tercapai.

      "Jadi target pemerintah yang 1 juta bph itu hanya akan mengandalkan blok 
Cepu," ungkapnya.

      Sebelumnya, pemerintah berambisi meningkatkan produksi minyak nasional 
hingga mencapai 1 juta barel per hari (bph) paling lambat akhir 2011. Caranya, 
dengan meningkatkan mendorong sisi hulu melalui pengeboran sumber-sumber minyak 
baru.

      Menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dengan pencapaian produksi 
minyak 1 juta bph tersebut, maka Indonesia bisa kembali lagi menjadi net 
exportir minyak.DTC/L-1
     

<<bening.gif>>

Kirim email ke