Refleksi : Apakah JK sebagai penasehat yang menasehatkan diperbolehkan 
pernikahan anak dibawah umur?

http://web.bisnis.com/umum/sosial/1id174593.html?PHPSESSID=gec4ktp05leg9i46mgj0gkksa5

Jusuf Kalla jadi penasihat PBNU
Selasa, 13/04/2010 20:51:04 WIBOleh: Antara 

JAKARTA (Antara): Mantan wakil presiden Jusuf Kalla masuk dalam jajaran dewan 
penasihat (mustasyar) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2015.

"Nama-nama yang masuk kepengurusan sudah dikonfirmasi," kata Sekretaris 
Jenderal PBNU Iqbal Sulam di Jakarta, hari ini.

Kepengurusan lengkap PBNU disusun oleh tim formatur di kediaman Rais Aam PBNU 
KH Sahal Mahfudh di Pondok Pesantren Maslakhul Huda, Kajen, Pati, Jawa Tengah, 
Senin.

Jusuf Kalla sebelumnya adalah mustasyar Pengurus Wilayah NU Sulawesi Selatan. 
Ayahnya, H Kalla, merupakan salah seorang perintis NU di Sulawesi Selatan.

Beberapa anggota mustasyar lainnya adalah Prof Dr KH Tholchah Hasan, KH Muchit 
Muzadi, KH Maimun Zubair, KH Idris Marzuki, KH Dimyati Rois, Prof Dr Nasaruddin 
Umar, Tuan Guru Turmudzi, dan Fauzi Bowo yang juga gubernur DKI Jakarta.

Sementara di pengurus harian, KH Musthofa Bisri (Gus Mus) dan KH Hasyim Muzadi 
ditetapkan sebagai wakil rais aam di jajaran syuriah PBNU. Adapun, di jajaran 
tanfidziyah, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang terpilih di muktamar lalu 
didampingi As'ad Said Ali dan Slamet Effendy Yusuf sebagai wakil ketua umum.

Di jajaran ketua, wajah lama hanya KH Abbas Muin, selebihnya baru, antara lain 
Hasyim Wahid atau Gus Im (adik KH Abdurrahman Wahid) dan Prof Dr Kacung 
Marijan, pengamat politik dan akademisi Universitas Airlangga Surabaya.

Secara resmi kepengurusan PBNU belum diumumkan. Menurut Iqbal, pengumuman resmi 
direncanakan dilakukan Kamis sore.(

Kirim email ke