Aku Adalah Kartini Indonesia !!!
Kartini adalah orang Belanda, dia bukan warganegara Indonesia, bahkan selama
hidupnya belum pernah dia mendengar ada negara bernama Indonesia.
Kartini memang adalah orang Belanda, tapi dia telah dinobatkan menjadi
idealisme wanita Indonesia penentang Syariah Islam.
Ayah-ibunya dan nenek moyangnya beragama Islam Kejawen bukan Islam Habib. Tapi
Kartini sendiri mengaku penganut Catholic sewaktu dia belajar di Belanda, dan
memang dia rajin ke Gereja Catholic. Dia mengagumi wanita2 Barat bukan wanita2
Arab. Setelah berada di Indonesia, ternyata dia juga menganut agama Buddha
tanpa harus keluar dari agama Catholic bahkan tanpa menentang Islam Kejawen
dari orang tuanya.
Kartini ber-cita2 semua wanita di Indonesia bisa meneladani wanita2 Eropah
dalam hal kebebasan memilih suami, kebebasan berbusana, kebebasan bersekolah,
dan kebebasan memilih kepercayaan agamanya.
Kartini terang2an mengkritik Islam dengan poligaminya, meskipun Kartini sendiri
adalah isteri keempat dari laki2 yang dipilih orang tuanya. Kartini tidak tega
menolak keinginan orang tuanya yang sedang sakit sewaktu menikahkan dirinya.
Kartini mengkritik shalat 5 waktu karena merugikan umat dalam mengejar
pelajaran2 sekolahnya maupun kesempatan2 sekolahnya. Juga Kartini menolak
menghafalkan Quran ataupun mempelajari huruf2 Arab.
Jadi jelas disini, apa yang menjadi idealisme Kartini bukanlah hal yang baru.
Yang membedakannya justru, karena Kartini ditunjuk, diangkat, dan dibanggakan
bangsanya yang kemudian menjadi bangsa Indonesia sebagai model atau idealisme
bagi wanita Indonesia.
Kalo Islam menggunakan sunah nabi Muhammad, maka wanita Indonesia menggunakan
"sunah ibu kita Kartini".
Dengan perayaan hari Kartini, kita sudah membangun benteng kokoh untuk
menentang Syariah Islam.
Kita butuh Kartini untuk menentang Syariah Islam, karena hingga detik ini belum
ada siapapun di Indonesia yang berani menentang Syariah Islam seperti halnya
Kartini.
Kenapa Kartini berani menentang Syariah Islam??? Karena dulu belum ada
Republik Indonesia yang belakangan membuka kesempatan bagi Syariah Islam
men-cabik2 idealisme negeri ini dengan idealisme Islam Habib dan menghancurkan
Islam Kejawen.
Akulah Kartini Indonesia, bukan Kartini Belanda, karena Kartini Belanda yang
dulu sekarang sudah masuk jadi warganegara Indonesia.
Ny. Muslim binti Muskitawati.