Nyonya Mus nan cantik lagi sexy adalah Kartini, memang pantas menjadi impian para Don Juan. Sayang sekali umur nyonya Mus bukan lagi sweet seventeen untuk dicalonkan menjadi Miss World. Semoga kelak di dunia seberang nanti bisa mempunyai kesempatan bertanding dengan para bidadari.
----- Original Message ----- From: muskitawati To: [email protected] Sent: Wednesday, April 21, 2010 10:16 AM Subject: CiKEAS> Aku Adalah Kartini Indonesia !!! Aku Adalah Kartini Indonesia !!! Kartini adalah orang Belanda, dia bukan warganegara Indonesia, bahkan selama hidupnya belum pernah dia mendengar ada negara bernama Indonesia. Kartini memang adalah orang Belanda, tapi dia telah dinobatkan menjadi idealisme wanita Indonesia penentang Syariah Islam. Ayah-ibunya dan nenek moyangnya beragama Islam Kejawen bukan Islam Habib. Tapi Kartini sendiri mengaku penganut Catholic sewaktu dia belajar di Belanda, dan memang dia rajin ke Gereja Catholic. Dia mengagumi wanita2 Barat bukan wanita2 Arab. Setelah berada di Indonesia, ternyata dia juga menganut agama Buddha tanpa harus keluar dari agama Catholic bahkan tanpa menentang Islam Kejawen dari orang tuanya. Ternyata Kartini sangat rajin bersemedhi di kelenteng Buddha yang terletak persis dibelakang rumahnya. Kartini ber-cita2 semua wanita di Indonesia bisa meneladani wanita2 Eropah dalam hal kebebasan memilih suami, kebebasan berbusana, kebebasan bersekolah, dan kebebasan memilih kepercayaan agamanya. Kartini terang2an mengkritik Islam dengan poligaminya, meskipun Kartini sendiri adalah isteri keempat dari laki2 yang dipilih orang tuanya. Kartini tidak tega menolak keinginan orang tuanya yang sedang sakit sewaktu menikahkan dirinya. Kartini mengkritik shalat 5 waktu karena merugikan umat dalam mengejar pelajaran2 sekolahnya maupun kesempatan2 sekolahnya. Juga Kartini menolak menghafalkan Quran ataupun mempelajari huruf2 Arab. Jadi jelas disini, apa yang menjadi idealisme Kartini bukanlah hal yang baru. Yang membedakannya justru, karena Kartini ditunjuk, diangkat, dan dibanggakan bangsanya yang kemudian menjadi bangsa Indonesia sebagai model atau idealisme bagi wanita Indonesia. Kalo Islam menggunakan sunah nabi Muhammad, maka wanita Indonesia menggunakan "sunah ibu kita Kartini". Dengan perayaan hari Kartini, kita sudah membangun benteng kokoh untuk menentang Syariah Islam. Kita butuh Kartini untuk menentang Syariah Islam, karena hingga detik ini belum ada siapapun di Indonesia yang berani menentang Syariah Islam seperti halnya Kartini. Kenapa Kartini berani menentang Syariah Islam??? Karena dulu belum ada Republik Indonesia yang belakangan membuka kesempatan bagi Syariah Islam men-cabik2 idealisme negeri ini dengan idealisme Islam Habib dan menghancurkan Islam Kejawen. Akulah Kartini Indonesia, bukan Kartini Belanda, karena Kartini Belanda yang dulu sekarang sudah masuk jadi warganegara Indonesia. Ny. Muslim binti Muskitawati. ======= Wiadomosc przeskanowana przez Spyware Doctor - nie znaleziono wirusów ani spyware. (Email Guard: 7.0.0.18, baza wirusów/spyware: 6.14820) http://www.pctools.com =======
