Kartini Figure Pluralistik Jangan Untuk Islamisasi
Adalah unethical dan amoral menyalah gunakan figure Kartini yang pluralistik
untuk Islamisasi yang cuma memecah belah bangsa ini.
Sukarno menobatkan Kartini sebagai model atau sunnah wanita Indonesia untuk
mempersatukan bangsa ini sebagai kesatuan yang pluralistik untuk mencegah
dominasi pecah belah oleh Syariah Islam.
> virdi_bu...@... wrote:
> saya perlu mengungkapkan bahwa sejarah
> istilah 'Habis Gelap Terbitlah Terang'
> itu berasal dari Al-Quran (Minazh-
> Zhulumaati ilan Nuur). Inilah bukti
> surat-surat Kartini kepada sahabatnya
Kartini janganlah dijadikan alat propaganda dakwah Islamisasi karena pada
kenyataannya Kartini yang berasal dari keluarga Islam Kejawen itu berbeda dari
Islam Habib yang dianut oleh FPI dan MUI sekarang ini.
Islam Kejawen adalah agama Islam aliran Jawa yang menerima nilai2 pluralistik
yang membolehkan umatnya beragama lebih dari satu. Seorang penganut Islam
Kejawen boleh menganut agama Katolik, boleh bersama agama Buddha sekalian
dianutnya. Demikianlah kenyataannya Kartini mengakui kalo dia beragama Katolik
dan juga sebagai penganut Buddha.
Kartini menentang, mengkritik cara2 Islam dalam memperlakukan wanita, oleh
karena itulah kumpulan surat2 RA Kartini ditulis dalam bahasa Belanda yang
ditujukan kepada teman2nya di Belanda kemudian dibukukan dengan judul "Habis
Gelap Terbitlah Terang" yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan agama Islam
melainkan terkait dengan persamaan hak wanita dan laki2, maupun kebebasan
wanita diEropah yang dikaguminya itu. Penekanan Kartini dalam idealisme wanita
Indonesia justru bukan dari Al-Quran seperti yang anda propagandakan diatas.
http://www.myhero.com/go/hero.asp?hero=kartini_indonesia_05_ul
> She discussed the issues together
> with a Dutch couple, the Ovinks.
> They were amazed with Kartini's
> fluency in Dutch. Kartini had read
> a book from Mrs. Ovink and started
> to correspond with people in
> Netherlands. Kartini always
> discussed her dream of equality
> between men and women in Indonesia.
> Kartini insisted that she continue
> her studies although her father
> was against it. Finally Kartini
> wrote a letter to the Education and
> Culture Director, Mr. Abendanon,
> who sent her a very promising reply.
> She wrote a book called "Habis Gelap
> Terbitlah Terang" (Through Darkness
> to Light) which consists of collection
> of her letters to her friends.
Memang dalam Al-Quran juga ada kata2 "Dari Gelap Menjadi Terang", tetapi sama
sekali tidak ada hubungannya dengan tulisan RA Kartini. Al-Quran menceritakan
urut2an penciptaan oleh Allah dari Gelap kemudian menjadi terang..... dan
cerita2 penciptaan dalam AlQuran ini tidak menjadi inspirasi dari tulisan RA
Kartini.
"Habis Gelap Terbitlah Terang" adalah topik pemikiran Kartini yang menceritakan
masalah "ketidak tahuan" wanita Indonesia yang disamakan dengan "Gelap", dan
kemudian dirasakan oleh Kartini menjadi terang dengan berbagai pengetahuan yang
dibacanya dan dipelajarinya dari buku2 berbahasa Belanda yang dibacanya.
Jadi, sekali lagi judul buku ini bukanlah sama sekali berasal dari inspirasi
AlQuran karena tidak ada inspirasi apapun yang bisa didapatkan Kartini dari
Quran karena dia justru mengkritik Quran dan belum pernah dia membacanya.
KARTINI ITU FASIH BERBAHASA BELANDA BUKAN BAHASA ARAB.
Jadi dari tulisan diatas dengan jelas digambarkan bahwa buku yang berjudul
"habis gelap terbitlah terang" adalah kumpulan surat2nya kepada teman2nya
tentang ketidak tahuan wanita Indonesia akan hak2nya yang selama ini tertindas
dan harapan datangnya terang melalui pendidikan yang dilamarnya kepada Menteri
pendidikan Belanda.
Sungguh harus disesalkan upaya kelompok2 Islam Habib yang sempalan ini yang
berusaha memecah bangsa dengan cara2 memaksakan Islamisasi untuk menegakkan
Syariah Islam.
Ny. Muslim binti Muskitawati.