Amerika itu Negara Superpower Yang Menolak Islam !!!
                                       
Amerika bukan anti-Islam, tapi menolak untuk percaya dan menolak cara2 Islam 
yang melanggar hak azasi manusia terhadap umat lainnya maupun juga terhadap 
umatnya sendiri.
                                          
Meskipun banyak umat Islam di Indonesia dan dunia menganggap Quran mereka 
masing2 sumber ilmu, sumber kecerdasan, sumber kemajuan, dan sumber hukum 
kebenaran keadilan, tapi sama sekali tidak ada kenyataannya, bahkan fakta2nya 
justru sebaliknya.

Amerika sendiri bertekad menjadikan bangsanya menjadi yang paling cerdas 
didunia, menjadi negara yang paling maju didunia, menjadi negara yang paling 
kuat didunia, dan tentu menjadi negara yang paling diteladani didunia ini.  
Kesemuanya itu ternyata berhasil menjadi kenyataan, Amerika menjadi superpower 
disemua bidang dan akan mempertahankannya sepanjang sejarah dunia ini.  Oleh 
karena itu, Amerika mengundang semua bangsa didunia ini untuk berkompetisi 
dengan Amerika, mereka yang benar2 genius akan diterima bekerja dan tinggal di 
Amerika, itulah sebabnya tidak peduli apapun agama anda, tidak peduli apapun 
bangsa anda kalo anda bisa membuktikan anda memang berkualitas, maka terbuka 
kesempatan anda untuk bekerja dengan mendapatkan gaji terbesar yang belum 
pernah anda terima sepanjang hidup anda.

Wajar ya, dengan cara2 Amerika ini semua bangsa didunia ini berkompetisi untuk 
menjual dirinya kepada Amerika, dan Amerika tinggal memilih saja yang paling 
baik untuk dibelinya, yang jelek disaringnya dan dibuang tak perlu diperhatikan 
nasibnya karena bukan juga bangsanya.

Demikianlah, apapun yang dilakukan Amerika tujuannya adalah kemajuan, tujuannya 
adalah supremasi disemua bidang.

Ulama2 Islam yang masih menganggap AlQuran sebagai sumber ilmu dan sumber 
segalanya tidak lah menjadi persoalan, karena di Amerika lebih banyak macamnya 
AlQuran, dan kalo memang benar AlQuran itu sumber segalanya ternyata fakta2nya 
Amerika melarang bacaan AlQuran dan Hadistnya disemua sekolah di Amerika ini.  
Berbagai macam alQuran itu cuma boleh anda baca di Library yang juga tersebar 
disemua pelosok Amerika ini.

Jadi kalo anda merasa bangga karena punya Quran, maka Amerika memiliki lebih 
banyak macamnya Quran baik Quran2 yang sama yang anda baca, maupun Quran2 
lainnya yang dilarang dinegeri anda.

Bahkan, bukan cuma Quran saja, semua kitab suci agama lain yaitu semua agama 
yang pernah ada didunia ini tersedia lengkap di perpustakaan yang bisa anda 
pinjam dan baca setiap detik kapan saja anda mau memacanya.

Jadi biarpun ada ber-macam2 Quran di Amerika ini ternyata tidak ada satupun 
Quran yang bisa bersaing dengan kitab2 lainnya, apalagi mau bersaing dengan 
Microsft Bible.

Tanpa anda sadari, bahkan kitab suci Quran yang anda baca atau miliki itupun 
di-cetaknya menggunakan alat2 cetak ciptaan Amerika dan negara2 sekutunya.

Sebagai bukti, fakta2nya adalah, semua negara yang dianggap kuat yang bisa 
menyaingi Amerika malahan ditariknya menjadi sekutu untuk duduk dalam dewan 
keamanan PBB dengan hak veto, lihat dan saksikanlah Amerika, Inggris, Russia, 
Perancis dan China, ada kah satu saja negara yang Islam atau yang mayoritas 
penduduknya Islam ???  Ternyata enggak satupun, jadi kalo memang Islam dan 
Qurannya merupakan ajaran penting yang bisa membuat kemajuan tentunya akan 
ditarik Amerika masuk ke Dewan Keamanan hak Veto ini.

Baru2 ini ada ahli bomb atom Iran yang mati ditembak, lalu oleh pemerintah Iran 
dituduh kan kepada Amerika yang sengaja menembaknya, padahal ahli itu ditembak 
oleh pemerintah Iran sendiri karena sang ahli mau melarikan diri ke Amerika.

Semua ahli maunya lari dan tinggal di Amerika, karena hanya Amerika yang bisa 
memberi fasilitas pekerjaan kepada mereka yang bisa lebih mengembangkan 
pengetahuan dan pengalaman ahli2 tsb.  Jadi bohong kalo ada ahli yang mengaku 
enggak mau kerja pada Amerika karena cinta tanah airnya.  Coba bayangin, mau 
kerja apa di tanah airnya yang tidak punya fasilitas ilmu pengetahuan yang 
lengkap itu???  Dia khan katanya seorang ahli, gimana bisa mengaku ahli kalo 
dia tidak bekerja dibidang keahlian yang dibanggakannya itu.  Padahal untuk 
bisa menjadi ahli itu khan harus bekerja dibidangnya.

Demikian juga ahl2 atom dari Irak dizaman Sadam Hussein juga melarikan diri ke 
Amerika dan jadi pengangguran karena keahliannya tidak laku terlalu banyak 
saingannya, akhirnya dia cuma mengajar di College2 swasta saja untuk sekedar 
mempertahankan hidupnya di Amerika ini.

Juga ahli2 perang biologi Sadam Hussein semuanya sudah lari ke Amerika setelah 
mengajukan suaka politik.

Tentu sebagai muslimin yang rajin mencaci Amerika juga dalam hatinya mengakui 
fakta2 yang saya ungkapkan disini.  Namun ke takaburan dan kesommbongan anda 
sebagai kamuflase rendah diri itu tentunya akan memukul diri sendiri akhirnya.  
Jadi jangan heran, semua caci maki kepada Amerika tidak perlu saya balas, tidak 
perlu saya sanggah, karena hati anda masing2 sudah lebih tahu kebohongan apa 
yang anda keluarkan dari mulut anda.

Islam, muslimin, Quran, dan Hadistnya sudah tersingkirkan tak bisa bersaing 
dalam peradaban dunia yang telah begitu jauhnya kemajuannya sementara dunia 
Islam tetap bertahan dalam kebohongan2nya sendiri demi mempertahankan sisa2 
umatnya untuk menjadi sapi perahan para ulamanya yang tidak bisa mendapatkan 
kerjaan yang bisa menggajinya.

Memang segelintir ulama akhirnya terpaksa mengumpulkan dan melatih umatnya 
untuk jadi terorist jihad dengan harapan bisa dinegosiasi tawar2an dengan 
Amerika.  Tetapi cara begini juga gagal, dan Amerika mengabaikannya tidak 
pernah mendapat perhatian khusus karena Amerika sendiri menghadapkan kelompok2 
begini cukup dengan umat mereka sendiri yang selama ini saling bertentangan dan 
saling membunuh untuk dendam2 turunan.

Demikianlah, Islam, muslimin, Quran dan Hadistnya tidak pernah dihancurkan 
Amerika, tapi dihancurkan oleh mereka sesamanya saja, sedangkan Amerika justru 
menyelamatkan mereka yang tertindas dan kalah untuk bergabung lebih setia 
kepada Amerika dan sekutu2nya.

Lihatlah contohnya gerombolan terorist Hamas, segalanya dilakukan se-mata2 
mengharapkan bisa di negosiasi oleh Amerika, ternyata tidak pernah, dan Amerika 
berulang kali menyatakan tidak akan ada pembicaraan dengan terorist karena 
semua bentuk terorist Jihad Islam sudah dalam buku catatan untuk ditumpas 
bersih dari muka bumi ini.

Semoga para ulama dan muslimin di Indonesia bisa mencermati dan belajar 
menghadapi kenyataan bukan dengan keimanan atau jihad yang cuma membawa 
bencana, malapetaka, dan celaka bagi diri sendiri.

Ny. Muslim binti Muskitawati.



Kirim email ke