Anjuran Unicef Tentang ASI Bukan Dari Quran !!!
Ilmu Kesehatan itu bukan milik Islam, bahkan bukan ditemukan oleh Quran dan
Islam-nya, oleh karena itu sadarlah hai para muslimin, kita jangan mencatut
nama ilmuwan dan penemuannya hanya untuk menipu agar bisa memaksakan agama
Islam kepada yang bukan Islam.
Jangan propaganda dakwah Islam membonceng anjuran Unicef. Unicef membuat
anjuran berdasarkan hasil statistiknya diseluruh dunia, sama sekali bukan
merujuk ke Al-Baqarah.
Saya telah melakukan penelitian sendiri bersama teman2 ahli anak baik di
Indonesia maupun di Amerika. Tentu hasil penelitian ini digunakan bukan untuk
tingkatan puskesmas, melain untuk pasien2 kelas menengah keatas.
> "ndeboost" <rambitese...@...> wrote:
> "UNICEF has long encouraged
> BREASTFEEDING FOR TWO YEARS
> and longer, and the American
> Academy of Pediatrics is now on
> record as encouraging mothers
> to breastfeed AT LEAST ONE YEAR
> Lalu @Wandu MusMus punya
> pendirian 3 bulan and no
> supporting data. Kenemen-nemen
> sampean.
>
Kalo mau yang lebih baik lagi bukan 2 tahun tapi antara 4-5 tahun, jadi
Al-Baqarah sama sekali salah kalo menganjurkan 2 tahun cuma ikut2an Unicef.
Juga tidak benar Al-Baqarah menganjurkan 2 tahun, Al-Baqarah itu bukan rujukan
pediatric, karena dizaman nabi Muhammad belum ada kalender, lalu dari mana
datangnya angka 2 tahun??? itu datang dari Unicef, asal jiplak sehingga
se-olah2 Quran itu sesuai dengan ilmu pengetahuan.... tapi itu penipuan bukan
begitu seharusnya.
Unicep menganjurkan itu bukan berarti paling baik, karena dalam penelitian
statistik disimpulkan juga bahwa menyusui 4-5 tahun lebih baik dari cuma 2
tahun.
Tapi sebenarnya tidak ada yang benar, yang benar itu tergantung pasiennya,
tergantung lingkungannya. Karena kondisi ibu yang tidak sehat malah dilarang
menyusui bayinya.
Begitulah, tujuan menyusui bayi cuma satu, yaitu memberi antibody yang cukup
kepada bayinya untuk mempertahankan hidupnya. Bayi baru mulai bisa memproduksi
anti-bodynya sendiri adalah umur 1 bulan.
Jadi Colostrum dalam susu ibu hanya bertahan sampai 3-6 bulan, setelah 6 bulan
antibody dalam susu ibu sudah sangat rendah dan tidak cukup untuk kebutuhan si
bayi dan bayi sudah sanggup memenuhi anti-bodynya sendiri.
Oleh karena itulah, untuk negara2 miskin dimana anak2 tidak bisa mendapatkan
vaksinasi, dianjurkan agar ibu menyusui bayinya sampai umur 2 tahun, ini cuma
anjuran lhoooooo...... karena harus dokter yang menentukan kondisinya jangan
berpatokan kepada anjuran.
Makin cepat si bayi bisa mendapatkan makanan pengganti yang bukan ASI, tentu
makin baik, karena makanan pengganti tentunya lebih lengkap protein dan gizinya
daripada ASI ibu. Tetapi kalo ASI ibunya masih cukup banyak, setelah 6
bulanpun boleh saja dikombinasikan, tetapi ingat, makanan tambahan itu tetap
lebih baik.
Pemberian ASI diatas 6 bulan lebih berperan faktor2 psikologisnya daripada
faktor2 kualitas susunya. Tidak semua ibu memiliki kualitas ASI yang sama,
lebih2 lagi banyak ibu2 yang makan obat2an untuk penyakit2 yang dideritanya,
dan obat2 ini tentu membahayakan bayinya yang diberi ASI.
Oleh karena itu, terutama bagi mereka dari keluarga mampu, tentu bisa membeli
pengganti ASI yang mahal yang oleh orang miskin tentunya tidak mampu dibelinya.
Itulah sebabnya, Unicef menganjurkan untuk mempertahankan sampai 2 tahun. Dan
di Amerika sendiri tadinya tidak dianjutkan 2 tahun, tetapi karena masalah
psikologis dimana seluruh bangsa2 didunia suka ikut2an Amerika, maka sekarang
Pediatric Association juga menganjurkan agar memberi ASI sampai 2 tahun
mengingat banyak orang2 Amerika miskin di wilayah Midwest yang merupakan
pegunungan.
Jadi kembali ke pokok pembahasan semula, AlBaqarah itu cuma jiplak Unicef,
tidak ada Quran mengajarkan bahwa memberi ASI itu harus sampai 2 tahun, karena
ada bayi terbukti lebih baik kondisinya apabila diberi ASI sampai 6-7 tahun.
Dizaman sekarang, penelitian ASI tidak dilakukan lagi untuk membandingkan
kondisi pemberian ASI diatas 2 tahun, jadi bukan berarti 2 tahun itu terbaik
meskipun angka 2 tahun sekarang jadi anjuran secara umum, tapi saya justru
tidak menganjurkannya lebih dari 6-7 bulan, tentunya untuk keluarga yang mampu,
karena kita cuma bicara masalah yang terbaik terlepas masalah mampu atau tidak
mampu.
Ny. Muslim binti Muskitawati.