Janganlah Menjajah Maluku, Aceh, dan Irian, Merdekakanlah !!!
                                                      
Penjajahan adalah melanggar HAM.  Bukan berarti penjajahan Barat berakhir tapi 
kita menggantikannya.  Cepat atau lambat kita akan terkena sanksinya yang cuma 
memperparah nasib bangsa kita.

Maluku dan Irian itu berbeda secara geografi, etnicity, religiosity, dan juga 
berbeda kultural-nya.  Kenapa kita serakah ingin memiliki yang bukan milik kita 
apalagi dengan melakukan genocity ???

> yani afrianto <afrianto_y...@...> wrote:
> NKRI adalah harga mati. Politikus korup,
> perlu DIHUKUM MATI.
> 

Dulu juga Timor Timur itu harga mati, tetap malah mematikan ekonomi Indonesia. 
Sebaiknya jangan kita takabur, kita tidak mau dijajah, tapi jangan juga 
menjajah.

> Menurut Wattilete, RI menindas
> bangsa Maluku. Perjuangan untuk
> mencapai RMS yang merdeka tetap
> berjalan terus. Dia menginginkan
> agar dunia internasional melihat
> betapa hebatnya pelanggaran HAM
> di Maluku. Benarkah Pemerintah
> RI menindas bangsa Maluku?

Fakta2nya itu memang ada dan benar, maka tepat istilahnya bahwa itu penindasan 
Maluku, cobalah bayangin, apa yang dilakukan bangsa Belanda kepada bangsa kita 
tidak sebiadab bangsa kita memperlakukan orang2 Maluku.

Kalo kita merasakan bangsa Belanda menindas bangsa kita, lalu gimana anda mau 
menyangkal bahwa bangsa kita juga menindas bangsa Maluku???

Saya mendukung perjuangan adil kemerdekaan rakyat Maluku, biarlah mereka 
mengurus negara mereka sendiri seperti juga orang Timor Timur telah mengurus 
negaranya sendiri.

Secara etnicity maupun geografi, kita bukan pemilik tanah dan bangsa Mereka.  
Kita mengadu domba dan melakukan etnik cleansing kepada orang Maluku, dan hal 
ini pasti akan ada sanksinya dari dunia Internasional cepat atau lambat.

Apa yang dilakukan kepada rakyat Aceh juga kita lakukan kepada rakyat Maluku 
dan Irian.  Sudah waktunya kita menyadari, penjajahan harus dihapus dari muka 
bumi ini, dan itu bukan berarti orang Barat harus menghentikan penjajahan untuk 
kita gantikan sebagai penjajah selanjutnya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke