> "sunny" <am...@...> wrote:
> Dari pada dibilang ciptaan Belanda,
> akan lebih cocok bila dibilang
> Kartini orang Belanda. Hehehe
> 

Status kewarganegaraan Kartini memang orang Belanda karena waktu itu belum ada 
RI.  Negara RI belum pernah terbentuk dimasa itu.  Bahkan organisasi perjuangan 
Kemerdekaan secara fisik juga belum terbentuk saat itu.  Bahkan, Bung Karno 
sendiri belum lahir.

Bung Karno lahir 1901, Kartini matinya 1904.  Dan RI lahir 1945.

Pejuang2 Kemerdekaan RI ini baru lahir setelah menjelang Kartini sendiri mati.

Jadi wajar kalo Kartini disebut orang Belanda dan fasih berbahasa Belanda.







>   ----- Original Message ----- 
>   From: muskitawati 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Sunday, April 25, 2010 6:00 PM
>   Subject: CiKEAS> Kartini Bukan Ciptaan Belanda
> 
> 
>     
>   Kartini Bukan Ciptaan Belanda
> 
>   Kartini dilahirkan atau diciptakan oleh lingkungan yang membelenggu hak2 
> wanita oleh nilai2 Islamiah maupun tradisi budaya lingkungannya. Meskipun 
> Kartini tunduk menjadi isteri keempat karena dipaksa kawin oleh orang tuanya, 
> namun isi hati dan pikirannya memberontak, tapi bukan memberontak secara 
> fisik. Beliau memberontak melalui tulisan2nya yang bertebaran diseluruh dunia.
> 
>   Oleh karena itu UU yang membolehkan Poligamy ini, jelas bertentangan dengan 
> cita2 Kartini. Perjuangan Kartini jadi dimentahkan dan direndahkan oleh 
> bangsanya sendiri.
> 
>   Jadi secara fisik, beliau tunduk dan patuh kepada kemauan orang tua, agama 
> dan budaya lingkungannya, namun secara psikologis beliau berjuang dan 
> mengajak untuk menghapuskan belenggu terhadap wanita ini diseluruh dunia. 
> Persamaan hak antara wanita dan laki2 menjadi fokus pokok pemikirannya dan 
> semua tulisan2nya
> 
>   Kartini bukan sosok politikus ataupun antek Belanda, juga dia tidak 
> mengajak siapapun untuk memerangi ataupun membantu pemerintahan Belanda. 
> Tetapi beliau murni merupakan sosok yang berjuang menegakkan emansipasi 
> wanita diseluruh dunia yang mendapatkan pengagum2nya disemua negara2 
> diseluruh dunia terutama di negara2 Barat.
> 
>   Kartini merupakan symbol perjuangan emansipasi wanita untuk seluruh dunia 
> bukan cuma sebatas Indonesia saja. Karena semasa hidupnya Kartini itu, belum 
> ada berdiri negara Republik Indonesia. Bahkan semasa hidupnya Kartini itu, 
> beliau belum pernah mendengar nama negara "Indonesia".
> 
>   Jadi sangat absurd kalo Kartini dianggap hanya sebagai pejuang untuk 
> kebebasan wanita di Indonesia saja.
> 
>   Yang menjadikan Kartini kemudian sebagai pahlawan bangsanya adalah Bung 
> Karno yang secara resmi menobatkan Kartini juga sebagai pahlawan Nasional 
> dikarenakan sikap Kartini yang turut serta mempopulerkan perjuangan 
> kemerdekaan Indonesia meskipun tanpa beliau sendiri menyadarinya.
> 
>   Kartini yang memiliki begitu luas hubungannya dengan dunia luar, telah 
> meminta bantuan semua negara2 barat untuk membantu usahanya mendirikan 
> sekolah2 di Indonesia untuk mendidik memajukan wanita2 Indonesia. Hal2 
> seperti inilah yang kemudian dirasakan Bung Karno telah mempermudah beliau 
> untuk mendapatkan pengakuan Internasional terhadap kemerdekaan Indonesia. 
> Wajar kalo akhirnya Bung Karno mengangkat Kartini sebagai pejuang Nasional 
> sebagai rasa terima kasih beliau atas perjuangannya dalam menunjang 
> kemerdekaan negeri ini sehingga mempermudah pengakuan dunia Internasional.
> 
>   Kalo ada yang menuduh sosok Kartini ini sebagai ciptaan Belanda, jelas 
> tidak mungkin, karena secara politik Belanda sendiri tidak berkepentingan 
> dengan apapun yang diperjuangkan Kartini.
> 
>   Kartini menjadi sosok yang menarik dunia Barat karena emansipasi wanitanya 
> yang sedang menggelora waktu itu didunia Barat sehingga tidak heran kalo 
> Kartini menjadi pusat perhatian dalam emansipasi wanita yang sedang 
> diperjuangkan di Eropah waktu itu.
> 
>   Jadi sosok Kartini ini bukanlah hasil kerja rencana pemerintah Belanda, 
> melainkan merupakan hasil dari kegiatan LSM di negeri Belanda yang ber-sama2 
> dunia Internasional ingin mencari figure wanita di Hindia Belanda untuk juga 
> memperkuat perjuangan wanita2 diBarat. Kebetulan, isteri dari Menteri 
> Pendidikan Hindia Belanda waktu itu justru teman baik dari Kartini, sehingga 
> semua pemikiran2 Kartini berhasil diperolehnya secara utuh dan lengkap.
> 
>   Oleh karena itu, salah kalo ada yang menganggap Belanda sengaja menciptakan 
> sosok Kartini ini, karena Belanda sendiri secara politis tidak berkepentingan 
> dengan munculnya atau lahirnya seorang Kartini. Malahan sebaliknya, Bung 
> Karno inilah yang merasakan pentingnya untuk mengangkat Kartini sebagai tokoh 
> pejuang Nasional yang banyak membantu kemerdekaan RI melalui pengakuan dunia 
> Internasional.
> 
>   Seorang tokoh reformasi bisa diketahui dari isi pikirannya bukan dari 
> tindakan kekerasan yang dibuatnya.
> 
>   Begitulah dengan pejuang2 fisik wanita2 Indonesia yang begitu banyak 
> ternyata tidak satupun yang bisa dilacak isi pikirannya karena memang tidak 
> bisa menulis dan juga tidak bisa menerangkan landasan perjuangan fisiknya itu.
> 
>   Semmua pejuang fisik wanita itu pada kenyataannya hanyalah dijadikan 
> perisai oleh masing2 suaminya saja yang pada waktu itu sedang di-kejar2 
> Belanda.
> 
>   Seperti juga negara2 Barat lainnya, maka pemerintah Belanda sangat 
> menghormati dan melindungi Wanita, apalagi Wilhelmina Ratu Belanda turun 
> menurun adalah wanita. Itulah sebabnya, suami2 yang melakukan tindakan salah 
> terhadap pemerintah Belanda biasanya memajukan isteri2 mereka untuk melawan 
> Belanda.
> 
>   Oleh karena itu, tidak pada tempatnya kalo pejuang2 fisik wanita itu 
> diangkat jadi pahlawan bangsa, apalagi mau ditempatkan dalam posisi seperti 
> Kartini, tentu sama sekali menyesatkan.
> 
>   Penolakan segelintir tokoh2 diIndonesia terhadap perjuangan Kartini bukan 
> disebabkan karena beliau diciptakan Belanda, melainkan karena Kartini bukan 
> tokoh yang bisa digunakan untuk propaganda penegakkan Syariah Islam.
> 
>   Kartini adalah tokoh Nasional dan Internasional bukan sektarian agama, 
> Kartini justru merupakan figur yang pluralistik karena sewaktu beliau sekolah 
> di Belanda ternyata beliau mengaku sebagai penganut Catholic yang rajin 
> kegereja bersama teman2nya. Sementara itu, dikampung halamannya sendiri 
> dibelakang rumahnya ada kelenteng Buddha dimana beliau juga rajin bermeditasi 
> disana dan mengaku sebagai penganut Buddha.
> 
>   Tapi Kartini sendiri berasal dari orang tua yang turun menurun menganut 
> Islam Kejawen yaitu Islam yang juga menganut nilai2 universal dari agama 
> Buddha dan Hindu.
> 
>   Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
> 
> 
>   
> 
> 
> 
> 
>   =======
>   Wiadomosc przeskanowana przez Spyware Doctor - nie znaleziono wirusów ani 
> spyware.
>   (Email Guard: 7.0.0.18, baza wirusów/spyware: 6.14860)
>   http://www.pctools.com
>   =======
>


Kirim email ke