Refleksi : Kalau untuk ngoceh teriak-terial alias pidato jual jamu koyok tipu rakyat banyak dan bertumpuk-tumpuk, tetapi yang defisit ialah oknom-oknom jujur bin bukan koruptor,
pemimpin puji diri http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/indonesia-defisit-pemimpin-partai/ Senin, 26 April 2010 12:44 Indonesia Defisit Pemimpin Partai Jakarta - Mendagri Gamawan Fauzi gemas dengan situasi politik. Karena itu, ia bermaksud memberikan syarat moral bagi para calon kepala daerah. Namun, itu semua tidak akan berhasil. Mengapa? Pengamat sosiologi politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari Sudjito menjawabnya. Berikut ini petikan wawancaranya. Mendagri berencana mengatur syarat moral bagi calon kepala daerah dalam sebuah undang-undang. Apakah pengaturan itu layak? Sebenarnya kalau mau dilihat latar belakangnya, Mendagri merasa gemas dengan situasi politik. Pemimpin memperalat kebebasan, tetapi tidak ada kontrol politik yang dibangun. Kegemasan ini kemudian diikuti kegeraman. Kegeraman ini kemudian mau diadministrasikan. Nah, ini yang susah karena batasan-batasan moral itu abstrak ukurannya. Maria Eva dan Julia Perez adalah yang ketahuan. Namun, untuk yang tidak ketahuan itu bagaimana? Padahal kejadian seperti itu banyak dan tidak diketahui. Untuk mengukur yang tidak ketahuan itu kan susah. Kalau mau diatur, sebenarnya syarat apa yang lebih penting? Kompetensi calon lebih penting untuk diatur. Calon harus diuji tentang pengetahuan demokrasi dan birokrasi. Itu yang dijadikan tolok ukur karena masyarakat harus tahu bagaimana dia akan mengembangkan demokrasi dan bagaimana dia akan menjalankan birokrasi. Birokrasi ini terkait dengan pelayanan masyarakat, sedangkan moralitas ditentukan oleh publik saja. Namun, secara formal juga bukan hanya mengumpulkan ijazah. Yang paling penting adalah substansi sehingga diketahui apakah Jupe atau Maria Eva layak menjadi pemimpin. Keinginan masyarakat sendiri seperti apa? Masyarakat ini kan sebenarnya dijebak oleh elite politik lokal. Tindakan para elite lokal ini membuat pemilihan yang menghabiskan anggaran sangat besar menjadi tidak bermutu. Masyarakat tidak punya pilihan. Untuk mencalonkan diri secara independen mahal, begitu pula melalui jalur partai, jalannya panjang dan berbelit-belit. Tidak ada rutinitas untuk membangun basis-basis rakyat. Jadi rakyat itu sebenarnya dijebak oleh partai. Banyak partai yang hanya mencari jalan pintas mengajukan orang-orang yang punya popularitas, tapi belum tentu memiliki kapasitas memimpin. Artinya partai sengaja untuk menjebak rakyat? Iya. Ini untuk mempermudah jalan pragmatisme mereka. Secara internal, partai politik tidak pernah belajar dan membenahi diri. Jadi makin pragmatis rakyat, lebih mudah bagi partai untuk bekerja, tidak perlu capek-capek membangun basis dan ideologi. Akhirnya, ada duit dan popularitas, jadilah diusung jadi calon kepala daerah. Orang kemudian dipoles sedikit, lalu digelontor uang. Tidak ada tanggung jawabnya untuk mendidik rakyat. Artinya, buruknya pemimpin yang ada saat ini menjadi tanggung jawab partai? Jelas dong. Partai yang punya otoritas untuk mencalonkan para calon kepala daerah. Rakyat dikomodifikasi untuk kemudian dibenamkan oleh partai. Sekarang, kalau mau dilihat, selama lima tahun ini kelakuan partai seperti apa? Kongres lima tahun sekali membahas banyak agenda, tapi saat pilkada, yang muncul banyak iklan. Itu bisa menimpa siapa pun di partai. Partai sekarang ini sebenarnya ramai-ramai membenamkan rakyat dan demokrasi dengan cara menggerogoti demokrasi itu. Calon yang disuguhkan tidak memiliki kapasitas. Kalau begitu, apa yang harus dilakukan partai? Partai harus turun mesin, tidak bisa hanya di tune-up. Kalau tidak siap ikut pemilu, tidak usah ikut. Benahi dulu secara internal. Jangan bernafsu ikut pemilu, tapi faktanya justru hanya menggerogoti demokrasi. Mungkinkah itu (tidak ikut pemilu) bisa terjadi di tengah arus zaman seperti ini? Sekarang rakyat yang harus dididik untuk memiliki bargaining dengan partai politik. Partai harus diberi pelajaran walaupun ini tidak bisa dilaksanakan hanya dalam waktu satu atau dua tahun. (tutut herlina)
<<e_1_43.gif>>
sig.jsp?pc=ZSzeb095&pp=GRfox000
Description: Binary data
