> Al Faqir Ilmi <alfaqiri...@...> wrote:
> (KompasianaBaru-Jakarta) Istana
> kepresidenan bertingkah lagi,
> kali ini mereka mengharuskan wartawan
> wanita salah seorang reporter AntaraTV
> untuk melepaskan jilbabnya saat
> wawancara dengan Ibu Presiden Ani
> Yudhoyono. Jilbab merupakan salah satu
> penutup kepala untuk seorang wanita
> muslim, aneh kalangan protokoler
> berbuat begitu, kita perhatikan
> biasanya kalangan wanita yang bertugas
> di Istana mereka mengenakan
> jilbab mereka, apakah karena ini
> wawancara dengan Ibu Ani jadi harus
> dibuka jilbabnya?
> 

Setiap tempat ada aturannya. Sebagai olaharagawan renang misalnya, tentu tidak 
boleh masuk ke Istana hanya dengan pakaian renang meskipun dia adalah perenang.

Demikianlah, kalo aturannya tidak boleh pakai jilbab, harus dibuka jilbabnya 
meskipun dia seorang muslim.

Adalah etika moral Internasional dimana kita harus buka topi atau tutup kepala 
dikala menghadap atasan atau masuk kerumah orang.

Ajaran dan aturan Islam hanya boleh dipaksakan di Mesjid, tidak bisa dipaksakan 
di Gereja, di kuil, di Kelenteng, apalagi di Istana.

Ny. Muslimm binti Muskitawati.






Kirim email ke