Refleksi : Presiden NKRI bergelar doktor ekonomi, koq meminta perusahaan 
membagi untung. Mungkin saja pegetahuannya tentang ekonomi didasarkan atas 
"pengemisisme" yaitu meminta belaskasihan. Kalau bukan berpaham pengemisisme, 
tentu tahu caranya yaitu  perusahaan dikenakan pajak keuntungan x%,  perusahaan 
disita menjadi milik negara (BUMN) atau  juga sebahagaian perusahaan dimiliki 
negara. Jadi tanpa mengemis, keuntungan masuk ke kas negara sesuai kekuatan 
hukum. 

Seroang pengemis  di negara  yang jaminan sosial hidup memada tidak terjamin 
untuk hidup wajar selalu lemah kekuataan hukum nan wajar baginya dan oleh 
karena itu meminta-minta belas kasihan. 

Selain itu tidak perlu diherankan, kalau angka jumlah penduduk miskin di NKRI 
tidak turun-turun, tetapi sebalik terus meningkat karena salah satu alasan 
utamanya ialah kepala negara berpaham pengemisisme. 

   

http://www.tempointeraktif.com/hg/fokus/2010/05/02/fks,20100502-1264,id.html

Presiden Minta Perusahaan Berbagi Untung
Minggu, 02 Mei 2010 | 07:06 WIB


TEMPO Interaktif, Karawang - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap ekonomi 
terus tumbuh sehingga tak ada lagi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). 
"Tidak ada PHK yang tidak perlu," kata Presiden Yudhoyono di depan karyawan 
pabrik saat mengunjungi pabrik perakitan mobil Toyota di Karawang, Jawa Barat, 
kemarin.

Presiden Yudhoyono memperingati Hari Buruh Sedunia, yang jatuh pada 1 Mei 
kemarin, dengan mengunjungi pabrik perakitan mobil Toyota di Karawang. Dalam 
kesempatan itu Presiden mengingatkan pemilik perusahaan yang usahanya 
berkembang agar berbagi keuntungan dengan pegawainya. Sedangkan kepada pegawai, 
Presiden meminta menjaga disiplin dan produktivitas. 

Tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Sedunia diperingati berbagai kalangan dengan 
berbagai cara. Aksi para buruh dan karyawan umumnya dilakukan dengan turun ke 
jalan. Dalam aksinya, buruh dan karyawan mengusung isu jaminan sosial.

Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Rekson Silaban berharap pemerintah 
bersikap bijak menanggapi tuntutan para buruh. Rekson mengatakan tidak bisa 
memaksa pemerintah memenuhi semua tuntutan buruh. "Ini hanya peristiwa tahunan. 
Ini kesempatan kami untuk menyuarakan secara kolektif kepentingan buruh," 
ujarnya saat dihubungi kemarin.

Dalam perayaan Hari Buruh Sedunia tahun ini, Rekson mengatakan ada empat hal 
yang diperjuangkan para buruh. Utamanya, penghapusan sistem kerja alih daya 
(outsourcing) dan reformasi jaminan sosial berdasarkan Undang-Undang Sistem 
Jaminan Sosial Nasional.

Presiden Yudhoyono meminta manajemen perusahaan dan pegawai selalu menjaga 
hubungan baik."Jika ada masalah, bertemulah pemimpin perusahaan dengan serikat 
pekerja, dan dibicarakan secara baik," katanya.

Presiden juga meminta agar aksi-aksi kekerasan dan mogok massal tak ditempuh 
karena merugikan semua pihak. "Mogok massal berhari-hari, ujung-ujungnya 
perusahaan bangkrut, pegawai kehilangan pekerjaan, semua merugi. Karyawan, 
perusahaan, negara merugi," katanya.

Perihal jaminan sosial, Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 
mendesak agar PT Jamsostek dikeluarkan dari BUMN dan dikelola secara nirlaba. 
"Jamsostek agar tidak lagi berbentuk badan usaha, tapi wali amanah," kata Ketua 
Serikat Pekerja BUMN Arief Poyuono. Menurut dia, bentuk badan usaha menjadikan 
Jamsostek berorientasi laba dan bukannya mensejahterakan buruh. 

Menurut Arief, jika sebagai wali amanah, dana Jamsostek akan lebih banyak 
tersalurkan untuk buruh. Nantinya, lembaga itu diawasi oleh perwakilan buruh 
dan pengusaha.

? DWI R A | GUSTIDHA B | EVANA D | NALIA R | DESY P | SUKM






<<4_1_209.gif>>

Attachment: sig.jsp?pc=ZSzeb113&pp=GRfox000
Description: Binary data

Kirim email ke