Gaji buruh itu juga merupakan bagian dari pembagian keuntungan, karena hanya budak2 saja yang tidak dibayar yang tidak mengenyam pembagian keuntungan dari tempat kerjanya.
Bisa juga saham yang dijual ke masyarakat dan buruh sudah merupakan pembagian keuntungan perusahaan juga. Namun memang enggak jelas apa yang dimaksudkan pemmbagian keuntungan dengan karyawan yang dimaksudkan oleh presiden. Biar gimana pun juga ada aturan dalam management bagaimana keuntungan itu dibudgetkan agar perputaran roda produksi bisa berjalan terus. Keuntungan perusahaan harus bisa menutupi pembayaran gaji pegawai, pembayaran nilai saham2 yang dijual kepada masyarakat, membayar pajak negara, dan juga memberi kesejahteraan kepada pegawai2nya. --- In [email protected], "sunny" <am...@...> wrote: > > Refleksi : Presiden NKRI bergelar doktor ekonomi, koq meminta perusahaan > membagi untung. Mungkin saja pegetahuannya tentang ekonomi didasarkan atas > "pengemisisme" yaitu meminta belaskasihan. Kalau bukan berpaham pengemisisme, > tentu tahu caranya yaitu perusahaan dikenakan pajak keuntungan x%, > perusahaan disita menjadi milik negara (BUMN) atau juga sebahagaian > perusahaan dimiliki negara. Jadi tanpa mengemis, keuntungan masuk ke kas > negara sesuai kekuatan hukum. > > Seroang pengemis di negara yang jaminan sosial hidup memada tidak terjamin > untuk hidup wajar selalu lemah kekuataan hukum nan wajar baginya dan oleh > karena itu meminta-minta belas kasihan. > > Selain itu tidak perlu diherankan, kalau angka jumlah penduduk miskin di NKRI > tidak turun-turun, tetapi sebalik terus meningkat karena salah satu alasan > utamanya ialah kepala negara berpaham pengemisisme. > > > > http://www.tempointeraktif.com/hg/fokus/2010/05/02/fks,20100502-1264,id.html > > Presiden Minta Perusahaan Berbagi Untung > Minggu, 02 Mei 2010 | 07:06 WIB > > > TEMPO Interaktif, Karawang - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap > ekonomi terus tumbuh sehingga tak ada lagi gelombang pemutusan hubungan kerja > (PHK). "Tidak ada PHK yang tidak perlu," kata Presiden Yudhoyono di depan > karyawan pabrik saat mengunjungi pabrik perakitan mobil Toyota di Karawang, > Jawa Barat, kemarin. > > Presiden Yudhoyono memperingati Hari Buruh Sedunia, yang jatuh pada 1 Mei > kemarin, dengan mengunjungi pabrik perakitan mobil Toyota di Karawang. Dalam > kesempatan itu Presiden mengingatkan pemilik perusahaan yang usahanya > berkembang agar berbagi keuntungan dengan pegawainya. Sedangkan kepada > pegawai, Presiden meminta menjaga disiplin dan produktivitas. > > Tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Sedunia diperingati berbagai kalangan dengan > berbagai cara. Aksi para buruh dan karyawan umumnya dilakukan dengan turun ke > jalan. Dalam aksinya, buruh dan karyawan mengusung isu jaminan sosial. > > Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Rekson Silaban berharap > pemerintah bersikap bijak menanggapi tuntutan para buruh. Rekson mengatakan > tidak bisa memaksa pemerintah memenuhi semua tuntutan buruh. "Ini hanya > peristiwa tahunan. Ini kesempatan kami untuk menyuarakan secara kolektif > kepentingan buruh," ujarnya saat dihubungi kemarin. > > Dalam perayaan Hari Buruh Sedunia tahun ini, Rekson mengatakan ada empat hal > yang diperjuangkan para buruh. Utamanya, penghapusan sistem kerja alih daya > (outsourcing) dan reformasi jaminan sosial berdasarkan Undang-Undang Sistem > Jaminan Sosial Nasional. > > Presiden Yudhoyono meminta manajemen perusahaan dan pegawai selalu menjaga > hubungan baik."Jika ada masalah, bertemulah pemimpin perusahaan dengan > serikat pekerja, dan dibicarakan secara baik," katanya. > > Presiden juga meminta agar aksi-aksi kekerasan dan mogok massal tak ditempuh > karena merugikan semua pihak. "Mogok massal berhari-hari, ujung-ujungnya > perusahaan bangkrut, pegawai kehilangan pekerjaan, semua merugi. Karyawan, > perusahaan, negara merugi," katanya. > > Perihal jaminan sosial, Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) > mendesak agar PT Jamsostek dikeluarkan dari BUMN dan dikelola secara nirlaba. > "Jamsostek agar tidak lagi berbentuk badan usaha, tapi wali amanah," kata > Ketua Serikat Pekerja BUMN Arief Poyuono. Menurut dia, bentuk badan usaha > menjadikan Jamsostek berorientasi laba dan bukannya mensejahterakan buruh. > > Menurut Arief, jika sebagai wali amanah, dana Jamsostek akan lebih banyak > tersalurkan untuk buruh. Nantinya, lembaga itu diawasi oleh perwakilan buruh > dan pengusaha. > > ? DWI R A | GUSTIDHA B | EVANA D | NALIA R | DESY P | SUKM >
