Ref: Kanalisasi mudah tersumbat sampah.

http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010051011180116

      Senin, 10 Mei 2010 
     

      BURAS 
     
     
     

Era Kanalisasi Kendali Istana!


       
      "ERA kanalisasi kendali istana terhadap praktek politik dan praktek hukum 
di Tanah Air dimulai!" ujar Umar. "Dalam pertemuan Presiden SBY dengan jajaran 
penegak hukum, Selasa (4-5), telah dibentuk forum koordinasi dan konsultasi 
Mahkumjapol--Mahkamah Agung, Kementerian Hukum dan HAM, Jaksa Agung, dan 
Kepolisian RI. Lalu dalam pertemuan partai-partai koalisi di kediaman Presiden 
SBY di Cikeas, Kamis (6-4) malam, dibentuk pula sekretariat bersama (sekber) 
partai koalisi pendukung pemerintah, diketuai Presiden SBY, Sekretaris Syarif 
Hasan, dan Ketua Harian Aburizal Bakrie!" (Kompas, [8-5])

      "Dengan dua langkah catur brilian itu, jelas istana bisa mengendalikan 
sepenuhnya praktek hukum dan praktek politik nasional!" timpal Amir. "Forum 
Mahkumjapol itu identik Mahkejapol di zaman Orde Baru, sebagai forum mengatur 
putusan suatu kasus sejak penyidikan, penuntutan sampai vonis! Sedang sekber 
koalisi tentu menjamin praktek politik di parlemen dan pemerintahan sepenuhnya 
berjalan sesuai garis istana! Jadi, tak akan terulang lagi praktek politik dan 
hukum yang membuat kaget, apalagi merugikan, kubu istana!"

      "Format baru ini jelas punya dampak positif dan negatif!" sambut Umar. 
"Dampak positifnya, Presiden dan pemerintah tak acap lagi terganggu oleh 
manuver-manuver politik justru dari kubu koalisi sendiri sehingga bisa lebih 
fokus dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan! Dampak negatifnya, 
praktek politik telah menjadi kartel kekuasaan, yang semakin sukar diusik dari 
orientasinya yang kian eksklusif semata pada kepentingan kekuasaan! Suara-suara 
di luar itu, baik di forum kelembagaan formal maupun nonformal, mudah 
dikesampingkan!"

      "Itu pada praktek politik! Sedang pada praktek hukum, tak ada dampak 
positifnya! Yang ada cuma dampak negatif, yakni intervensi secara terbuka 
terhadap proses hukum!" tegas Amir. "Karena itu, siapa pun pemrakarsanya atau 
apa pun tujuan indah yang dikibarkan, forum sejenis Mahkumjapol itu harus 
ditolak dengan tegas! Bubarkan Mahkumjapol! Sedangkan sekber koalisi yang 
merupakan hak otonom masing-masing parpol, hanya bisa diingatkan, jika 
eksistensinya hanya untuk membawa bangsa kembali dalam demokrasi terpimpin, 
rakyat awam pun bisa menilainya untuk kemudian menentukan sikap dalam sebuah 
peradilan sejarah!"

      "Di era keterbukaan informasi kini, setiap proses politik dan hukum 
selalu disimak secara kritis oleh rakyat!" timpal Umar. "Silakan bermain, 
rakyat akan menilai dengan logikanya sendiri!" ***

      H. Bambang Eka Wijaya
     

<<bening.gif>>

<<buras.jpg>>

Kirim email ke