http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=17261

      Sabtu, 8 Mei 2010 
     

      POLITIK 
     
     
     

Demokrat-Golkar 'Rujuk'


      JAKARTA (LampostOnline): Ditunjuknya Aburizal Bakrie sebagai Ketua Harian 
Sekretariat Bersama Koalisi akan membuat perubahan dalam peta politik nasional. 
Presiden SBY diprediksi akan membuat perampingan dalam tubuh koalisi dengan 
memberi insentif lebih pada Golkar dan mengeluarkan PKS.

      "SBY saat ini sedang memikirkan sistem koalisi terbatas. Koalisi di atas 
50 persen, tetapi dukungan dan jaminan untuk memback-up SBY-Boediono semakin 
tegas," kata pengamat politik dari LSI, Burhanudin Muhtadi kepada wartawan di 
Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8-5).

      Menurut Burhanudin, SBY kemungkinan besar akan memilih PKS sebagai partai 
yang akan dipangkas karena masalah loyalitas. Dengan jumlah menteri terbanyak, 
PKS tidak mampu menjaga kesetiaannya terhadap Demokrat, terutama dalam kasus 
Century.

      "Kalau melihat dari indikasi terakhir dan komentar para elit Demokrat. 
Sepertinya PKS yang paling potensial direshuffle, karena dianggap anak nakal 
koalisi," jelasnya.

      Selain itu, PKS juga tidak akan berpengaruh banyak di DPR jika tetap 
dikeluarkan dari koalisi. Sebab, masih ada suara 65 persen yang dimiliki 
Demokrat dengan partai-partai lainnya.

      Burhanudin juga menilai, akan ada kompensasi lebih pada PAN dalam kabinet 
nanti. Hal ini disebabkan oleh posisi Ketua Umum PAN Hatta Rajasa yang tergeser 
oleh Ical sebagai pengurus koalisi.

      "Hatta Rajasa akan mendapat kompensasi. PAN seharusnya mendapat kursi 
menteri tambahan, karena mereka membela mati-matian Demokrat waktu Century 
lalu," tambahnya. DTC/L-1
     

<<bening.gif>>

Kirim email ke