Refleksi : Mungkin Susno mau diMunirkan dan oleh karena itu dilarang terima 
kiriman makanan dari keluarga.

http://www.ambonekspres.com/index.php?act=news&newsid=29598

Jumat, 14 May 2010, | 43 

Susno Dilarang Terima Kiriman Makanan Keluarga 


Jakarta, AE.- Berbagai pembatasan terus diterapkan terhadap Komjen Pol Susno 
Duadji pasca mendekam di rutan Brimob Kelapa Dua.
Setelah blackberry-nya disita, Susno kini dilarang menerima kiriman makanan 
dari keluarga."Pak Susno sekarang tidak boleh lagi menerima kiriman makanan 
dari rumah," kata salah satu pengacaranya Tjoetjoe Sandjaja kepada detikcom, 
Kamis (13/5).

Tjoetjoe menambahkan, intensitas pertemuan Susno dengan keluarga atau kerabat 
juga diperketat. Kini keluarga maupun temannya hanya bisa bertemu Susno 2 kali 
dalam seminggu. "Keluarga dan teman hanya boleh mengunjungi beliau sepakan dua 
kali, yakni Selasa dan Jumat pukul 13.00-16.00 WIB," ujar Tjoetjoe.

Menurut Tjoetjoe, hal ini jelas menunjukkan penempatan Susno di Rutan Brimob 
Kelapa Dua sebagai upaya pembatasan terhadap Susno. Dengan demikian, mantan 
Kabareskrim ini tidak mudah berkomunikasi dengan publik dan media. "Polisi 
takut Susno membuka kasus yang lebih besar dan coba mengalihkan isu," tukas 
Tjoetjoe.

Istri Susno Duadji, Herawati dan anaknya sebelum mengunjungi Mako Brimob Kelapa 
Dua, Depok, Jawa Barat. Keduanya ingin menemani Susno saat berbuka puasa. 
Herawati dan anak tiba di Mako pukul 17.15 WIB, Kamis (13/5). Hera tampak 
mengenakan baju batik warna merah marun. Hera yang mengendarai Honda CRV D 34 S 
ini tak mau berkomentar panjang soal kedatangannya ke Mako.

Saat ditanyakan mengenai kesehatan Susno yang menurun, Hera juga belum mau 
berkomentar. "Nanti saja kalau sudah selesai buka puasa," jelasnya. Sebelumnya 
keluarga Susno mengaku dibatasi untuk memberikan makanan kepada Susno. Padahal 
makanan itu ditujukan untuk makan sahur karena Susno mau berpuasa.

Adik Siap Mati
Adik Komjen Pol Susno Duadji, Hardi Duadji, yakin kakaknya tidak pernah 
menerima suap seperti yang dituduhkan. Hardi berani mempertaruhkan nyawanya 
jika Susno terbukti memakan uang haram. "Saya berani taruhan nyawa kalau ada 
pistol dan itu terbukti, tembak saja saya," kata Hardi saat menjenguk Susno di 
Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (13/5).

Hardi mengatakan, Susno adalah seorang haji. Maka tidak mungkin kakaknya yang 
mantan Kabareskrim itu makan uang haram. "Saya dan kakak saya sama-sama haji, 
masak haji makan uang haram," katanya.

Hardi datang bersama 40 orang dari Pagaralam, kampung halaman Susno. "Kami ke 
sini tidak bawa apa-apa, hanya bawa doa untuk kakak saya," kata Hardi yang 
mengaku belum bertemu dengan Susno itu. 
(dtc)

Kirim email ke