Abbas Lebih Bahaya Bagi Israel Daripada Hamas !!!
Tekanan politik dari UN maupun negara2 dunia kepada Israel adalah agar membuka
perundingan damai dengan Abbas bukan dengan Hamas. Hanya Abbas dan
organisasinya PLO inilah yang memungkinkan bisa berdirinya negara Palestina
meskipun pengikut dan para pendukungnya hanya segelintir karena mayoritasnya
adalah pendukung Hamas. Jadi jangan heran kalo diam2 Israel membiarkan
penyelundupan senjata2 genggam agar Hamas mampu memerangi Abbas, sementara
dilain pihak Israel menghancurkan penyelundupan roket2 yang bisa ditembakkan ke
Israel. Bahkan bukan tidak mungkin, bantuan senjata2 itu diselundupkan dari
Iran atas biaya Israel atau melalui Israel kepada Hamas. Dengan blokade total
terhadap Gaza ini, Israel lebih mudah memperalat Hamas untuk menimbulkan
kekacauan sesama Arab Palestina untuk tujuan akhir menghancurkan kekuasaan
Abbas, dan mengusir semua penduduk Arab Palestina ini keluar dari wilayah Gaza
dan Westbank ke negara2 Arab dan sekitarnya, terutama Yordania dan Libanon.
Dengan demikian, wilayah Gaza dan Westbank dimasa depannya akan mutlak berada
dibawah kekuasaan Israel.
Tidak mungkin bisa ada perundingan damai di Timur Tengah tanpa lebih dulu
mengakui hak dan kedaulatan Yahudi atas negara Israel, dan Israel sebagai
negara yang terkuat diwilayah ini berhak menolak perundingan damai dimana UN
tidak mungkin bisa memaksa-nya.
Tugas UN hanyalah menjadi perantara perdamaian atas konflik sesama anggautanya,
dan UN tidak akan ikut campur atas konflik yang terjadi oleh satu anggautanya
terhadap negara yang bukan anggauta.
Itulah sebabnya, tidak mungkin UN bisa memaksa Israel membuka blokade atas
wilayah Gaza karena wilayah Gaza bukanlah negara anggauta UN, bahkan Gaza
dibawah Hamas tercatat sebagai wilayah terorist yang harus ditumpas oleh semua
negara2 anggauta UN.
Hal ini juga pula lah yang menyebabkan negara2 Arab dan Islam menghentikan
bantuannya kepada Hamas karena bisa menjadi senjata makan tuan apabila ada
tuntutan dari negara anggauta di UN.
Jadi, meskipun pengikut2 Hamas jauh berlipat kali lebih banyak daripada
pengikut2 Abas, ternyata Iran yang sembunyi2 membantu Hamas tetap menyangkal
bantuannya. Sebaliknya, Arab dan juga Indonesia, berani dan bisa mengakui
memberi bantuan kepada Abas. Sebabnya tidak lain karena Abas diakui oleh UN,
sedangkan Hamas selain tidak diakui UN juga tercatat sebagai organisasi teroris
yang harus ditumpas oleh semua anggauta UN.
Keduanya, baik Hamas maupun Abas sama2 memusuhi dan dimusuhi Israel. Bagi
Israel sendiri Hamas tidak perlu ditakuti dan tidak perlu dimusnahkan karena
Hamas tidak mungkin bisa mendapatkan pengakuan, justru Abas ini yang lebih
berbahaya bagi Israel karena selain diakui UN juga mendapat dukungan dunia
Internasional. Atas dasar hal inilah, Israel berusaha memperalat Hamas untuk
menghancurkan Abas. Jadi jangan heran kalo diam2 Hamas disusupi agen2 Israel
Mossad bukan untuk menghancurkan organisasi ini melainkan untuk membendung
pengaruh Abas dan juga menghancurkan kekuasaan Abas yang sekarang sangat
sedikit pengikut dan pendukungnya.
Perjuangan kemerdekaan negara Israel dari penjajahan Inggris juga sudah
berlangsung ratusan tahun, jadi setelah berakhirnya penjajahan Inggris, maka
akhirnya Inggris dipaksa menyerahkan mandat kekuasaan wilayah itu kepada UN dan
kemudian UN melanjutkan rencana Inggris untuk memberi kemerdekaan kepada umat
Yahudi untuk berdirinya Israel, dan wilayah yang mayoritasnya muslim dibentuk
negara Yordania.
Sebelumnya, wilayah Palestina itu bukanlah berbentuk negara, belum pernah ada
negara ataupun kerajaan yang bernama Palestina. Palestina merupakan nama
wilayah seperti wilayah "Nusantara". Kalo nama "Nusantara" berasal dari arti
kata "Nusa" = pulau2, maka "Nusantara" itu artinya wilayah kepulauan. Demikian
juga nama "Palestine" berasal dari "Philistine" yaitu nama para penyembah
berhala yang menyembah dewa2 "Filistine". Jadi nama "Palestina" bukan nama
negara dan bukan nama kerajaan, melainkan nama agama berhala yang disebut
"Dewa-Dewi Filistine".
Arab Islam yang ada diwilayah Palestina semuanya pendatang baru bukan pribumi
tanah tsb. Berbeda dengan Yahudi, mereka justru adalah aseli pribuminya,
karena para penyembah berhala Filistine terpecah dua, dimana mereka yang masih
menyembah berhala dewa-dewi Filistine disebut sebagai orang Palestina,
sedangkan yang sudah menyembah Yahweh disebut sebagai orang Yahudi. Sebeliknya
orang2 Arab Islam ini hanyalah pendatang tidak pernah dinamakan sebagai orang
Palestina. Dari zaman dulu, setiap ada sebutan orang Palestina, maka yang
dimaksudkan adalah mereka yang beragama Yahudi, bukan beragama Islam.
Jadi info yang saya kemukakan ini aseli yang menjadi data otentik dasar
pengakuan Israel oleh UN maupun negara2 diseluruh dunia, sehingga jangan kita
menutupi atau memalsukan sejarah hanya berniat membela agama yang salah.
> "Y. Adam Prasetyo" <yad...@...> wrote:
> lihat dokumen di un, masih geblek juga
> yahudi itu ga punya negara, diusir
> dimana-mana.. sejak dari jerman, inggris...
Justru, dokumen UN itulah yang menyatakan bahwa tanah Palestina dibagi dua,
yang mayoritas banyak Yahudinya menjadi negara Israel, dan yang mayoritas
banyak Arab Islamnya menjadi negara Yordania.
Siapa bilang Yahudi enggak punya negara??? Itu pendapat yang salah, bahkan
dalam Quran juga sudah disebutkan, bahwa sebelum Islam turun di Arab pun orang
Yahudi sudah mayoritas disana.
Lalu kenapa UN memberikan pengakuannya berdirinya Israel kalo disana bukan
tanah air mereka ???
Sama aja, dulu Indonesia dijajah Belanda, bahkan nama negara Indonesia juga
belum pernah ada sepanjang sejarah dunia ini. Lalu kenapa kemudikan negara
Indonesia diberi pengakuan??? Kenapa Indonesia tidak dijadikan negara bagian
India ???? Jawabnya kita sama2 tahu, Indonesia itu dijadikan negara baru
dimana kekuasaan pemerintahnya diberikan kepada pribuminya.
Sama persis kasus Israel, penghuni tanah itu dulunya juga dijajah Inggris dan
kemudian oleh Inggris di Merdekakan untuk dibentuk negara oleh pribuminya
setempat, dan negarfa itu dinamakan Israel ???
Kemudian setelah negara Israel baru ini berdiri, mereka membuka immigran Yahudi
dari seluruh dunia untuk pulang kembali ke tanah nenek moyang mereka. Jadi
masuknya immigran Yahudi atas undangan pemerintah israel yang baru berdiri ini.
Namun bukan berarti di tanah ini tidak ada orang Yahudinya sebelumnya.
Setiap negara berhak mengundang immigran untuk tinggal atau bekerja
dinegaranya. Sama saja oran2 Indonesia yang bekerja di Arab bisa kemudian
menjadi immigran dan kemudian menjadi warganegara Arab.
Bahkan juga orang2 Arab juga tidak ada di Timur Tengah dulunya, mereka masuk ke
Timur Tengah melalui dagang, kerja, dan juga perang.
Lalu kenapa harus membenci Yahudi??? Tetapi juga membenci Cina, juga membenci
orang Barat???? apa alasannya???? Iya... alasannya cuma karena mereka bukan
Islam, boleh dibantai, direndahkan lebih rendah daripada binatang, hanya Islam
yang harus dimuliakan.
Jadi sorry aja ya, jangan marah kalo seluruh dunia mendukung Israel karena
dunia cuma berpihak kepada yang benar bukan kepada yang bathil dan zalim.
> sekarang mau ngambil di timur tengah
> yang ga tahu diri itu ya yahudi
Yang sekarang sedang mau merebut Israel itu justru orang2 Arab Islam, karena
negara Israel sudah resmi, syah, dan diakui berdirinya oleh UN, oleh Amerika,
dan oleh negara2 seluruh dunia kecuali segelintir negara2 Islam yang
terkebelakang.
Bahkan negara2 Islam sendiri juga dibentuk dan dibantu oleh negara2 barat bekas
penjajahnya, malah Israel bukan cuma dibantu negara barat saja, tetapi juga
mereka berhasil mempertahankan kemerdekaan negaranya dan kedaulatan negaranya
dari serangan2 keroyokan oleh negara2 Arab Islam, inilah yang membuktikan bahwa
Israel itu memang tanah air mereka yang sama seperti Indonesia yang
mempertahankan kemerdekaannhya setelah mendapatkan kemerdekaannya.
Membentuk dan diakuinya sebuah negara belum lengkap kalo belum bisa
mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya. Dan Israel sudah lengkap,
semuanya sudah membuktikan bahwa negaranya memang berdaulat dan mampu
mempertahankan diri dari serangan tetangga2nya.
Apakah Hamas dan Abas itu berdaulat??? Siapa yang lebih berdaulat antara Hamas
yang lebih banyak pengikutnya, atau Abas yang satu2nya diakui sebagai negara
Palestina meskipun pengikutnya sedikit sekali kurang dari 10% saja. Dan kedua
mereka ini tidak berdaulat tidak mampu mempertahankan kemerdekaannya sendiri
karena selalu bergantung dari bantuan luar dan juga selalu saling cakar didalam
negara mereka sendiri sehingga tidak mungkin bisa diakui menjadi sebuah negara.
Lalu dimana letaknya kearifan, kebijaksanaan, dan keadilan anda dalam menilai
kita untuk berpihak kepada kenyataan2 yang benar???s
Cobalah kita gunakan rasio yang logis jangan dipengaruhi kepercayaan yang cuma
berpihak meskipun tanpa ada dasarnya sama sekali.
Saya juga Islam, tetapi saya bertumpu dengan cara berpikir yang sehat tanpa
dipengaruhi kebencian yang ditanamkan oleh agama saya kepada pihak2 yang
seharusnya kita benarkan dan akui eksistensinya.
Janganlah kita bersikap memalukan, menolak mengakui kenyataan hanya karena
angan2 agama Islam yang tidak ada bukti2nya. Kebenaran tidak bisa ditegakkan
dari dongeng2 agama melainkan harus disusun berdasarkan fakta2 yang bisa
diterima diseluruh dunia bebas dari pengaruh kepercayaan agamanya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.