http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/05/145642/125/101/Semburan-Lumpur-Bangkalan-Bukan-Akibat-Eksplorasi
Semburan Lumpur Bangkalan Bukan Akibat Eksplorasi Jumat, 28 Mei 2010 23:44 WIB BANGKALAN--MI: SPE Petroleum menilai semburan air bercampur lumpur yang keluar lahan ekplorasi minyak bumi dan gas di Desa Batukaban, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Jumat (28/5), bukan karena ekplorasi, namun fenomena yang biasa terjadi. "Ini bukan karena ekplorasi minyak bumi dan gas yang dilakukan oleh pihak SPE Petroleum," kata Humas SPE Petroleum Bangkalan, Kholilurrahman, Jumat. Pernyataan Humas SPE Petroleum Bangkalan ini disampaikan setelah pihaknya melakukan pengecekan secara langsung di lokasi semburan air bercampur lumpur di lahan yang akan ditempati pengeboran minyak bumi dan gas di wilayah tersebut. Sebelum SPE Petroleum masuk ke Kabupaten Bangkalan untuk melakukan eksplorasi minyak dan gas di Bangkalan memang sudah ada semburan berupa lumpur, sehinngga masyarakat tidak perlu khawatir dan resah terhadap semburan lumpur tersebut. "Itu fenomena alam biasa, dan tidak akan terjadi sebagaimana lumpur Lapindo di Sidoarjo," kata Kholil, sapaan akrab Kholilurrahman. Menurut dia, hal itu karena semburan lumpur itu keluar hanya saat musim hujan tiba, sedangkan musim kemarau, titik tersebut tidak mengeluarkan lumpur, melainkan mengeluarkan pasir. "Kejadian yang sama juga terjadi Desa Katol Barat, Kecamatan Geger yang oleh warga setempat disebut "Bujel Tasek," paparnya. Kholil menjelaskan semburan lumpur yang terjadi di Desa Batukaban, Kecamatan Konang itu tidak ada kaitannya dengan eksplorasi migas, karena di daerah itu tidak ada pengeboran maupun "seismic." "Di sana, kami hanya melakukan pembebasan lahan, tidak ada aktivitas apapun. Jadi, kalau ada orang yang mengatakan jika semburan lumpur akibat dari kegiatan kami, itu tidak benar dan hanya akan memperkeruh suasana," paparnya. (Ant/OL-7
