http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=18191
2010-05-08 Pendidikan Masih Memilukan Sampai pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei tahun ini, dunia pendidikan kita agaknya masih menyimpan galau yang memilukan hati. Setelah kelulusan ujian nasional sekolah menengah tingkat atas diumumkan Senin lalu (26/4), potret pendidikan negeri ini makin membuat hati terenyuh, terlebih bagi anak yang mangalami pahitnya tidak lulus ujian nasional. Karena itu, sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA) yang siswanya tidak lulus, para gurunya harus mengawal murid-muridnya untuk menempuh ujian ulang hingga mayoritas lulus. Kepala sekolah dan para guru di sekolah tidak boleh lepas tanggung jawab dengan membiarkan siswa yang harus mengulang ujian, mereka bekerja keras sendiri saat menjelang ujian ulangan pada 10-14 Mei 2010. Dalam hal ini, kepekaan perlu dikembangkan sebagai dukungan bersama agar anak-anak merasa aman dan nyaman, sehingga apa pun yang terjadi -- misal tidak lulus - dia sudah siap mental menghadapinya. Begitu juga dengan orangtua yang biasanya egois memaksakan ambisinya kepada anak, maka sekarang mulailah mengerti dan peka terhadap kebutuhan anak. Yang penting, agar anak aman dan tenang menghadapi UN. Sebaliknya anak perlu dilatih mengasah kepekaannya, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Pelajar yang peka terhadap dirinya, akan menyadari keterbatasan dan kelebihannya serta mampu mengungkapkan isi hatinya juga aktualisasi diri dalam konteks apa pun. Dari sisi pembuat kebijakan, pemerintah juga perlu peka memperhatikan kondisi dan situasi pendidikan yang ada, tanpa harus memaksakan suatu kehendak. Pemerintah pun harus juga mengkaji kemungkinan kepanikan dan kecemasan serta takut menjadi faktor kegagalan para siswa dalam ujian nasional. Juga bisa jadi faktor lingkungan sekolah yang tidak mendukung. Ini semua harus menjadi kajian serius otoritas Kementerian Pendidikan Nasional. Retno Sawitri Jl Nanas 22, Bandung, Jawa Barat
