Obama Shalat Jum'at Dihapus Dari Filem !!! Memang jangan ada kesempatan yang di-sia2kan untuk mempropagandakan kebagusan agama Islam yang sekarang sedang buruk reputasinya diseluruh dunia.
Bahkan, Sutradara yang memproduksi filem "Obama Anak Menteng" inipun tidak ketinggalan untuk menampilkan si Obama cilik yang sekarang jadi pemimpin Superpower dunia ini sebagai seorang muslimin sejati sehingga bisa dianggap memperbaiki reputasi Islam didunia. Kalopun Obama beragama Islam tentu tidak ada yang mau memahaminya sebagai Islam yang jadi pemimpin dunia ini. Apalagi dunia kita lebih dari 90% adalah sekuler yang tidak menjadikan seorang individu sebagai mewakili agamanya. Demikianlah, dengan alasan adanya tekanan dari luar negeri maka tayangan filem "Obama si Anak Menteng" yang menayangkan Obama sedang bershalat disebuah mesjid di Jakarta akhirnya dihapuskan. Padahal negeri mana yang pusing2 untuk melarang tayangan seperti ini, apalagi kalo hal itu memang benar terjadi--kenapa harus dilarang??? Tapi kalo memang tidak pernah Obama bershalat tentunya jangan di-tambah2 meng-ada2 agar menjadikan se-olah2 Obama seorang muslimin padahal beliau sendiri sudah tegas2 menyatakan dirinya seorang Kristen bukan muslimin. Namun dia tetap mengakui bahwa kakeknya di Kenya memang beragama Islam. Jadi kita harus jujur, menampilkan di filem tayangan se-olah2 Obama bershalat Jum'at itu adalah kebohongan yang akan merusak simpati Obama kepada pemerintah RI yang menyebar fitnah demi memuliakan agama Islamnya dengan cara2 merendahkan martabat pribadi presiden Obama itu sendiri. Memang juga kita tidak perlu tersinggung akan kenyataan martabat muslimin di Amerika dipandang rendah sekarang ini, mereka diusir, dideportasi salah atau tidak salah. Khotbah2 di Mesjid dimonitor, mereka yang radikal memusuhi Amerika dicatat dan diawasi gerak geriknya meskipun tetap diberi kebebasan berkhotbah. Melihat kasus ini saya jadi enggak heran kalo Obama akhirnya enggan dan membatalkan beberapa kali rencananya untuk berkunjung ke Indonesia meskipun telah beberapa kali diundang oleh presiden RI. Ny. Muslim binti Muskitawati.
