Marilah Hai Muslimin, Jangan Mengulangi Kesalahan !!!
                                           
Memaafkan artinya memberi hutang budi agar nantinya dibalas dengan kebaikan, 
bukan dibalas dengan kebencian, bukan juga dengan mengulangi kesalahan, tapi 
dibalas dengan kasih, persahabatan, rasa persaudaraan dan rasa kebersamaan.

Kalo dulunya biasa memenggal kepala orang2 Yahudi, kepala para penyembah 
berhala, kepala orang2 murtad, maka kebiasaan yang salah dulu ini harus 
diperbaiki sekarang.  Keturunan mereka yang dipenggal bersedia memaafkan 
tentunya bukan berarti membiarkan untuk mengulangi perbuatan2 yang salah 
dulunya.


> muhamad agus syafii <agussya...@...> wrote:
> Memaafkan bukan berarti membiarkan
> melakukan kesalahan yang sama secara
> terus menerus karena bila ada orang
> melakukan kesalahan ada kecenderungan
> akan melakukan kesalahan itu lagi
> maka selain kelembutan diperlukan
> sikap tegas untuk mengingatkan agar
> tidak melakukan kesalahan yang sama.


Ini baru cocok untuk mendidik umat Islam yang selama ini cuma mengulangi 
kesalahan yang sama dari zaman nabi Muhammad.

Umat Yahudi sudah memaafkan kesalahan umat Islam dan nabi Muhammad yang 
membantai orang2 Yahudi dizaman dulu.  Tapi bukan berarti membiarkannya 
sekarang tetap mengulangi perbuatan2nya membantai Yahudi, merusak patung2, 
membunuhi orang2 murtad dlsb.

Demikianlah, sudah dimaafkan malah menembaki dengan roket, mau merebut tanah 
air orang Yahudi, memfitnah orang Yahudi sebagai penjajah.

Ini perbuatan yang enggak benar, tapi orang Yahudi itu tidak mau menggunakan 
kekerasan.  Serangan teror yang keras akhirnya dibalas dengan boikot saja, 
blokade ekonomi sehingga tidak perlu terjadi pertumpahan darah.  Tujuannya 
adalah mendidik umat Islam agar tidak mengulangi melakukan kesalahan yang sama.

Begitulah, memaafkan bagi orang Yahudi bukan berarti membiarkan mereka 
mengulangi melakukan kejahatan2 yang sama seperti dizaman nabi Muhammad dulunya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke