Komando Israel Salah Prosedur Teknis Pengamanan !!!
                                  
Secara internal, komandan komando pasukan Israel ini diskors karena menyalahi 
prosedur teknis penanganan kapal tak dikenal yang memaksa menerobos blokade 
dengan mengabaikan peringatan pendahuluan dan mengabaikan peringatan tembakan 
peringatan.

Akibat tindakan sang komandan menyebabkan jatuhnya korban dipihak pasukan 
komando meskipun korban2 lawannya sedikit sekali karena kapalnya tidak ditembak 
langsung dan ditenggelamkan sesuai prosedure yang berlaku.

Seharusnya, kapal yang menolak berhenti bukan dikejar dan berdialog dengan 
awaknya, tapi harusnya langsung ditembak, ditenggelamkan dan awaknya yang masih 
hidup ditawan baru kemudian ditanya, diinterogasi dan diperiksa.

> From: Dewa Matahari <anakmatahar...@...>
> Penyerbuan Israel di Kapal Mer C
> itu hanya kesalahan teknis pasukan
> komando, sama dengan insiden santa
> cruze Tim-Tim waktu Indonesia
> menganeksasi negara itu. Jadi
> jangan sakit hati itu hanya kesalahan
> teknis belaka yg tdk perlu dibesar
> -besarkan.

Insiden Santa Cruz beda sama sekali, karena kasusnya bukan dikapal tapi 
dikuburan, pelayat kuburan dibantai habis, padahal bisa dilihat tidak 
bersenjata, cuma orang2 sipil saja.  Kabarnya insiden Santa-Cruz memang 
disengaja untuk mencopot komandan waktu itu dan menaikkan Prabowo sebagai 
komandan penggantinya untuk mempercepat kenaikan pangkat menantu Suharto ini.

Menurut pendapat komandan pasukan komando Israel, tidak seharusnya tentara 
Israel diterjunkan keatas kapal sehingga luka2 dibacok, ditikam, dipentungi, 
dan akhirnya ditembak oleh aktivis diatas kapal tsb.

Prosedurnya bukan begitu, prosedur yang benar habis diberi peringatan 
diabaikan, langsung ditembak kapal2nya ditenggelamkan sisa awak kapal dan 
aktivisnya ditahan.  Kemudian apabila ada pertanyaan wartawan kenapa ditembak 
jawabnya jadi lebih masuk akal, kapal ini tak dikenal mengabaikan perintah 
berhenti dan larangan masuk.  Jangan sekali2 mendekati kapal tsb tetapi 
tembaklah dari jauh dan sebelumnya direkam dulu posisinya sebagai barang bukti.

Jadi tidak seharusnya dikejar dengan helicopter dan berdialog dulu untuk 
mengetahui siapa didalamnya, apalagi sampai dikeroyok begitu.  Prosedur 
menerjunkan pasukan keatas kapal yang tidak dikenal belum pernah ada sehingga 
akhirnya menyusahkan pertanggungan jawabannya.

Yaa...  boleh salah sekali, agar diingat nanti jangan salah lagi,kalo ada kapal 
tidak dikenal kasih tembak peringatan saja dulu, kemudian apabila masih 
mengabaikan tembak langsung tenggelamkan kapalnya baru ditahan sisanya sehingga 
urusannya jadi lebih gampang.

Ny. Muslim binti Muskitawati.



Kirim email ke