http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010060108441515
Selasa, 1 Juni 2010
BURAS
Reorientasi Nilai dan Pengamalan Pancasila!
"BERULANG-ULANG mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah,
Syafi'i Ma'arif, mengingatkan semakin terpuruknya bangsa kita sehingga kian
tertinggal dari bangsa-bangsa lain yang sebelumnya di belakang kita, terjadi
akibat semakin lemahnya kita mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan
bermasyarakat negara dan bangsa!" ujar Umar. "Pancasila sebagai pandangan hidup
dan landasan mencapai cita-cita kemerdekaan bangsa disepakati para Bapak
Pendiri Negara Republik Indonesia pada 1 Juni 1945--hari ini genap berusia 65
tahun!"
"Cita-cita kemerdekaan bangsa yang berlandaskan Pancasila itu dirumuskan
dalam Pembukaan UUD 1945, ...membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang
melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi,
dan keadilan sosial!" sambut Amir. "Realitasnya, pemerintahan negara belum
sepenuhnya melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia!"
"Contoh belum terlindunginya segenap bangsa Indonesia itu terlihat pada
mereka yang tak punya sejengkal tanah pun selalu digusur tanpa solusi
memberinya tempat untuk hidup tenteram bersama keluarganya! Jutaan TKI
teraniaya tanpa perlindungan negara memadai!" timpal Umar. "Juga penganggur
dikencundangi dari hak konstitusionalnya--setiap warga negara berhak atas
pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan!"
"Demikian pula perlindungan terhadap tumpah darah Indonesia, di mana
hutan banyak ludes oleh pembalak liar, maupun kekayaan laut diserobot illegal
fishing!" tegas Amir. "Belum lagi dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia, justru menempatkan buruh sekadar alat produksi yang digaji
rendah dengan di lain pihak harga produk pertanian rakyat ditekan agar buruh
yang bergaji rendah mampu memenuhi kebutuhannya! Alhasil, kebijakan
pemerintahan negara masih belum berubah dari prakemerdekaan, berpihak pada kaum
kapitalis penguasa modal dan teknologi! Belum lagi realitas lebih 90 persen
pengelolaan kekayaan alam di sektor pertambangan kita dikuasai asing!"
"Karena itu, sudah saatnya reorientasi nilai-nilai dan pengamalan
Pancasila guna segala sesuatu bisa kembali diletakkan pada posisi semestinya!"
tegas Amir. "Untuk memulai usaha itu, ormas Nasional Demokrat dua hari ini
mengadakan simposium nasional! Diharapkan, secara bertahap pola pikir bangsa
bisa dikembalikan ke jalan ideal Pancasila, mencapai cita-cita kemerdekaan!" ***
H. Bambang Eka Wijaya
<<bening.gif>>
<<buras.jpg>>
