Refleksi : Kalau manusia dibodoh atau membodohkan dirinya untuk merugikan diri 
sendiri dan sesamanya, maka bukan saja parit, tetapi sungai dan lautan 
dijadikan temopat sampah . 

http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=57754:parit-bukan-tempat-sampah&catid=92:surat-pembaca&Itemid=131


      Parit Bukan Tempat Sampah! 

         
      Melalui Surat Pembaca ini, saya ingin membagikan informasi yang 
memprihatinkan. Sebagai mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), saya sering 
membeli jajanan yang terdapat di depan kampus USU, tepatnya di sekitar jalan 
dr. Mansyur Medan.

      Tentunya, orang-orang yang sering melewati jalan tersebut juga sudah tahu 
mengenai banyaknya penjual makanan di sana. Makanan yang dijual cukup 
bervariasi, seperti siomay, bakso, roti, dan sebagainya. Dengan harga yang 
terjangkau untuk kalangan mahasiwa, cukup banyak orang yang mengunjungi tempat 
tersebut baik untuk jajan maupun sekedar nongkrong. 

      Makanan tersebut tidak terbatas hanya pada kalangan mahasiswa, tetapi 
juga para pekerja yang baru pulang dari kantor. Mereka sering singgah untuk 
menikmati hidangan yang ada. 

      Akan tetapi, sangat disayangkan bahwa para penjual makanan tersebut 
membuang sampah sembarangan. Sisa-sisa makanan dibuang begitu saja ke dalam 
parit yang ada di depan kampus USU. Demikian juga dilakukan oleh para pelanggan 
ataupun orang yang lalu lalang. Saya kurang tahu apakah mereka sering 
melakukannya. Yang jelas, saya pernah melihat mereka membuang sampah ke dalam 
parit.

      Walaupun parit itu cukup besar, bukan berarti parit tersebut digunakan 
sebagai "tempat sampah". Jika hal tersebut terus-menerus dilakukan, kemungkinan 
besar parit tersebut tumpat dan menyebabkan banjir. 

      Harus kita ingat bahwa fungsi parit adalah tempat mengalirnya air, bukan 
tempat sampah. Kita semua tentu pernah mendengar slogan "Buanglah Sampah pada 
Tempatnya". Tetapi, mengapa masih saja susah dilakukan?

      Kota ini adalah milik kita bersama. Oleh karena itu, haruslah kita jaga. 
Salah satu cara yang paling sederhana adalah tidak membuang sampah ke dalam 
parit, melainkan membuang sampah pada tempatnya. 

      Apabila seluruh masyarakat kota Medan melakukan hal terpuji ini, kota 
yang bersih bukanlah mimpi lagi.

      Akhir kata, semoga para pembaca terbuka mata hatinya untuk membuang 
sampah pada tempatnya. Juga, ajarkanlah pada anak-anak sejak dini untuk 
membuang sampah pada tempatnya, yaitu tong sampah.

      Princen

      Jln. Suasa No. 7 / 7 A, Medan
     

Kirim email ke