Arab Palestina Menteror dan Cina Indonesia Diteror !!!
                                             
Arab Palestina dan Cina Indonesia sama2 pendatang, adalah tidak adil kalo 
keduanya jelas sama2 pendatang tapi kita perlakukan dengan sikap berbeda.

Arab Palestina berhasil memusnahkan pribuminya dengan menterornya.

Sebaliknya Cina Indonesia diteror pribuminya dalam proses memusnahkan mereka.

Ini namanya double standard, seharusnya kita bersikap sama terhadap Cina 
Indonesia maupun terhadap Arab Palestina meskipun kenyataannya Cina Indonesia 
jadi pengusaha, tapi Arab Palestina jadi terorist.

> Shofhi Amhar <shofhi.am...@...> wrote:
> Berita dan Komentar: Abbas Mendistorsi
> Sejarah dan Fakta Untuk Kepentingan
> Yahudi
> 

Sejarahnya itu tak perlu mendengarkan berita dan komentar dari Abbas, kita 
cukup gampang membedakan yang benar dari yang salah.

Arab Palestina itu bukan orang Palestina tapi orang2 Arab yang berkelana ke 
Palestina cari nafkah, jadi orang Arab Palestina disamakan dengan Cina 
Indonesia, yaitu orang2 Cina yang cari nafkah di Indonesia.

Lalu kenapa anda harus bersikap beda antara Cina Indonesia dan Arab Palestina 
???

Kita mendiskriminasi Cina Indonesia tapi menganggap Arab Palestina saudara 
sendiri.  Jadi Arab Palestina berada dipihak yang pasti salahnya, karena kalo 
Cina Indonesia mau berassimilasi dengan orang Indonesia malah Arab Palestina 
membunuhi orang Palestina karena kewajiban Islam yang harus membasmi berhala 
dan penyembahnya.

Fakta sejarah adalah bahwa seluruh dunia lebih mendukung berdirinya Israel 
katimbang negara Palestina, karena negara Palestina dari dulunya juga belum 
pernah ada.

Lalu dimana sikap adil anda ???  Apakah karena Arab Palestina sama2 Islam anda 
harus anggap jadi benar meskipun jelas2 salah ???  dan keturunan Cina itu harus 
disalahkan karena bukan Islam.  Padahal apa bedanya antara Arab Palestina dan 
Cina Indonesia ???  dua2nya sama2 pendatang, bedanya Arab Palestina menteror 
pribuminya, sedangkan Cina Indonesia diterror pribuminya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke