Makin Banyak Roket ke Israel, Makin Banyak Korban Muslimin !!!
                                           
Dalam agama manapun dan dalam hukum Internasional manapun tidak ada larangan 
dalam membalas serangan.

Demikianlah, serangan2 roket ke Israel tidak banyak menjatuhkan korban2 dipihak 
Israel dibandingkan dengan pembalasan Israel untuk setiap roket yang 
ditembakkan muslimin ke Israel.

Bayangkan saja, satu roket yang ditembakkan oleh Hamas ke Israel jatuh ke 
perkebunan diperbatasan Israel tanpa ada korban2nya, tetapi serangan2 balasan 
yang sangat tinggi akurasinya malah membunuh ratusan pasukan Hamas beserta 
rakyatnya.

Dalam hal ini enggak bisa memprotest bahwa tembakan roket2 Hamas harus 
dimaafkan karena tidak jatuh korban dipihak Israel, kemudiang menganggap bahwa 
Israel harus dikutuk karena pembalasan serangannya menjatuhkan ratusan korban2 
jiwa dipihak Hamas.

Demikianlah, perlu dipahami semua muslimin bahwa Quran sendiri tidak menetapkan 
bahwa pembalasan serangan harus dilakukan dengan jumlah korban jiwa yang sama.

Nabi Muhammad sendiri waktu menang perang ternyata memenggal kepala musuhnya 
lebih banyak daripada kepala pengikutnya yang berhasil dipenggal oleh musuhnya.

Jadi hukum serangan balasan tetap berlaku dimanapun juga tanpa membandingkan 
siapa yang lebih banyak membunuh.

Sikap Arab Palestina sangat bodoh, kalo paham bahwa tembakan roketnya sia2, 
janganlah melakukannya untuk ditukar dengan nyawa bangsa dan umatnya sendiri 
secara tidak setimpal dan sangat merugikan.  Berpolitik itu harusnya mengatur 
strategi response untuk menang bukan untuk kalah seperti yang dilakukan oleh 
Hamas.  Hamas salah berpikir, karena mengira bahwa dengan banyaknya korban yang 
jatuh dipihaknya akibat serangan balasan Israel akan membenarkan tembakan2 
roket dari Hamas yang tak mampu merengut korban2 Israel.

Memang ini contoh cara berpikir blunder akibat diracuni kepercayaan Islam, 
menganggap dunia akan bersimpati apabila korban Hamas jatuh lebih banyak oleh 
serangan balasan Israel.  Yang diperhatikan oleh dunia bukan jumlah korbannya 
yang jatuh saja tetapi juga siapa yang terlebih dulu melakukan serangan.

Jadi, meskipun tidak diberitakan di-koran2, tetap, setiap tembakan roket Hamas 
pasti dibalas dengan tidak seimbang oleh serangan balasan dari Israel.  
Meskipun Hamas teriak2 bahwa serangan balasan itu tidak seimbang, tetapi mana 
ada UU bahwa serangan balasan harus seimbang ???

Lihatlah sejarah, Jepang yang pertama membomi Pearl Harbor, tapi akhirnya 
dibalas dengan bomb Atom di Nagasaki dan Hiroshima yang korbannya ratusan kali 
lebih mengerikan.  Kita harus belajar dari sini, jangan sekali2 bermain api 
memulai serangan, karena serangan balasan lebih menghancurkan mereka yang 
memulai serangan.

Mengharapkan simpati dunia dan simpati sesama muslimin hanyalah sia2 kalo kita 
dipihak yang salah.  Mereka yang mendukung pun cuma basa basi akibat misalnya 
adanya kesamaan agama.  Hal2 beginilah yang menjadi penyebab utama kekalahan 
dan kehancuran Arab Palestina dan gagalnya perjuangan mereka yang puluhan tahun 
ini.

Masa depan pembentukan negara Palestina makin tertutup, harapan makin memudar, 
sekarang bukan lagi memikirkan kapan negara Palestina bisa berdiri, tetapi 
harus dipikirkan kemana orang2 Arab Palestina akan selanjutnya diungsikan oleh 
UN keluar Gaza dan Westbank.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke