Refleksi : Kalau  pendidikan sex diberikan di sekolah-sekolah maka harus juga 
disiap- siagakan  kesatuan Polri dan TNI  terhadap kemungkinan gangguan 
keamanan akibat demo FPI dan Taiful Sembiring bersama konco-konco mereka yang 
suci dan bermoral setinggi bintang langit.

http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/pendidikan-seks-wajib-diberikan-sejak-dini/

Selasa, 22 Juni 2010 13:22 
Pendidikan Seks Wajib Diberikan Sejak Dini


Jakarta - Belajar dari kejadian penyebaran video porno mirip artis yang terjadi 
selama dua pekan belakangan ini, sejumlah pakar berpendapat bahwa anak-anak 
wajib diberikan pendidikan seks sejak dini. 

     
Walaupun bukan perkara yang mudah, tapi dengan teknik yang tepat, anak dapat 
memahami seks dalam pengertian yang lebih luas. Sayang, hingga kini masya­rakat 
masih menganggap seks sebagai sesuatu yang tabu dan tidak patut dibicarakan, 
termasuk di lingkungan keluarga terdekat. "Padahal seks itu tidak terbatas 
hanya hubungan kelamin antara laki-laki dan perempuan," tutur pengamat 
pendidikan dari Universitas Paramadina, Utomo Dananjaya, ketika dihubungi SH 
melalui telepon genggamnya di Jakarta, Senin (21/6).


Menurut Utomo, sikap tabu di masyarakat itu justru akan berdampak buruk bagi 
anak. Karena, anak akan mencari tahu apa itu seks bukan dari orang tuanya, 
melainkan dari rekan sebayanya yang tidak tertutup kemungkinan malah akan 
terjadi salah persepsi. Ia juga menyayangkan apa yang dilontarkan oleh Menteri 
Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh yang menolak pendidikan seks di 
sekolah. Utomo menuding Mendiknas masih berpikiran konvensional dan tidak 
melihat pendidikan seks itu sebagai hal yang luas. "Secara tidak langsung 
Mendiknas telah melanggar undang-undang mengenai sistem pendidikan," tandas 
Utomo. Dalam UU Sistem Pendidikan Nasional yang baru menyebutkan bahwa sistem 
belajar-mengajar adalah pembelajaran dan bukan bukan pengajaran.


Dengan pembelajaran, imbuh Utomo, pendidikan seks dapat diartikan sebagai 
pendidikan reproduksi yang di dalamnya terdapat pembelajaran mengenai persamaan 
hak antara laki-laki dan perempuan, serta rasa penghormatan kepada perempuan.


Secara terpisah, psikolog pendidikan dari Universitas Indonesia Rose Mini 
mengungkapkan, pendidikan seks bagi anak wajib diberikan orang tua sedini 
mungkin. "Tepatnya dimulai saat anak masuk play group (usia 3-4 tahun) karena 
pada usia ini anak sudah dapat mengerti mengenai organ tubuh mereka dan dapat 
pula dilanjutkan dengan pengenalan organ tubuh internal," paparnya. 


Menurutnya, pendidikan seks didefinisikan sebagai pendidikan mengenai anatomi 
organ tubuh yang dapat dilanjutkan pada reproduksi seksual. Dengan me­ngajarkan 
pendidikan seks pada anak, dapat menghindarkan anak dari risiko negatif 
perilaku seksual. Karena, dengan sendirinya anak akan tahu mengenai seksualitas 
dan akibat-akibatnya bila dilaku­kan tanpa mematuhi aturan hukum, agama, dan 
adat istiadat, serta kesiapan mental dan material seseorang. Menurutnya, cara 
menyampai­kan pendidikan seks tidak boleh terlalu vulgar. (heru guntoro) 

Kirim email ke