Karena mentalitas penguasa RI/daerah masih antek" asing.. Menjual barang" dengan harga ke-ekonomi-an kepada rakyat sendiri.. tetapi (tidak berani merevisi) harga murah kepada asing..
Inlander tengik.. mirip mandor jaman belanda.. bisa makan roti saja sudah belagu.. mecutin rakyat yang kerja rodi dan romusha.. -- Wassalam, Irwan.K "Better team works could lead us to better results" http://irwank.blogspot.com fb/twitter/skype: irwank2k2 Pada 29 Juni 2010 14:07, sunny <[email protected]> menulis: > > > Refleksi : *Mengapa yang disebut pemerintah NKRI menawarkan proyek kepada > pihak asing? Mengapa tidak ada usaha sendiri untuk melakasanakan proyek yang > dimaksudkan? Bukankah dibilang bahwa Indonesia dimerdekakakan dari > penjajahan ialah supaya warga negeri mengurus negerinya sendiri, karena > kemerdekaan politik tidak dapat dipisahkan dari pada ekonomi. Ataukah karena > tidak ada kemampuan warga untuk bisa mengurus maka diserahkan kepada pihak > asing, sebab ada keuntungan bagi penguasa negara karena terima komisi > seperti yang diberikan kepada komparador? * > ** > *Apa komentar Anda yang selalu tepuk dada dan teriak-teriak cinta tanah > air dan menyanyikan Indonesia Raya, Merderka, Merdeka bangsaku, negeriku?* > > > http://www.antaranews.com/berita/1277778586/kalbar-tawarkan-proyek-rp55-triliun-ke-timteng > > Kalbar Tawarkan Proyek Rp55 Triliun ke Timteng > Selasa, 29 Juni 2010 09:29 WIB | Ekonomi & Bisnis | Bisnis | > Pontianak (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat > menawarkan sembilan proyek berskala besar senilai Rp55 triliun kepada > pemerintah dan pengusaha Timur Tengah. > > "Proyek-proyek tersebut melingkupi berbagai faktor seperti infrastruktur, > perkebunan, dan sektor riil lainnya," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman > Modal Daerah Kalbar M Zeet Hamdy Assovie di Pontianak, Selasa. > > Proyek itu diantaranya pelabuhan internasional di Tanjung Gundul (Kabupaten > Bengkayang), Bandar Udara Kota Singkawang dan jalan kereta api lintas > Borneo. > > Menurut M Zeet, proyek yang ditawarkan itu sudah mempunyai studi kelayakan > awal. "Kalau belum ada, tidak kita tawarkan," kata dia. > > Sebanyak perwakilan dan pengusaha 17 negara dari kawasan Timur Tengah, > perwakilan Indonesia di Timur Tengah, sejumlah duta besar seperti Yordania, > Palestina dan Libya, hadir dalam pertemuan dengan pengusaha dan pemerintah > daerah di Kalbar. > > Pertemuan itu difasilitasi Kementerian Luar Negeri dengan tema "Indonesia > Middle East Update Forum". > > M Zeet mengatakan, ini merupakan kunjungan pertama pengusaha dan perwakilan > negara Timur Tengah ke Kalbar. > > Pengusaha Timur Tengah dulunya lebih dikenal menanamkan dana di sektor > finansial dan perbankan. > > "Sekarang mereka sudah mulai ikut di sektor riil seperti perkebunan, > infrastruktur, pertanian," kata M Zeet. >
