> John Oei <ejohn...@...> wrote:
> Pemerintah Larang Tes Masuk Untuk
> Sekolah Dasar. Larangan ini
> disampaikan oleh Menteri Koordinator
> Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra)
> Agung Laksono dalam siaran persnya
> yang diterima redaksi, Selasa (29/6).
> Persyaratan  ujian tes masuk
> tersebut dinilai bertolak belakang
> dengan program wajib belajar yang
> dicanangkan pemerintah.

Memang aneh2 aja yang dilakukan pejabat di Indonesia, hal ini membuktikan bahwa 
pejabat tidak mengerti pendidikan, menteri pendidikan juga bukan ahli pendidik 
melainkan ahli agama Islam.

Di Amerika dan negara2 maju justru sekolah dasar ini bisa bebas dimasuki murid 
manapun juga dengan melalui test.  Yang tidak ada dinegara maju adalah lulus 
test atau gagal test.

Test masuk sama sekali tidak salah, seperti juga namanya, test itu untuk masuk 
sekolah bukan untuk ditolak sekolah.

Test masuk ke sekolah dasar di Amerika cuma untuk menentukan kelas berapa anak 
itu mau dimasukkan bukan ditolak masuk sekolah seperti di Indonesia apabila 
test masuknya gagal.

Kalo si murid mendapatkan nilai terendah dalam test masuk, maka dia ditempatkan 
dikelas satu.  Tetapi meskipun test-nya menunjukkan dia cocok dikelas satu, 
tapi orang tua ataupun si anak sendiri boleh menolaknya misalnya dia merasa 
dirinya cocok dikelas tiga bukan dikelas satu.  Maka usulan si anak inilah yang 
dituruti bukan hasil test masuknya itu.

Setelah dievaluasi tiga bulan, apabila si anak menunjukkan tidak sanggup duduk 
dikelas tiga, maka dia boleh turun ke kelas dua atau kelas satu tergantung 
usulan dari gurunya setelah berunding dengan orang tuanya.

Jadi test masuk yang sangat penting ini untuk evaluasi murid malah dihapuskan 
dari dunia pendidikan di Indonesia.  Lalu bagaimana kriteria anak bisa masuk 
sekolah dasar kalo umurnya sudah tua diharuskan masuk ke kelas satu lagi 
padahal dia sudah cocok untuk duduk dikelas 4 ????

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke