Refleksi : Ayo yang banyak duit mau jadi lebih kaya lagi?  Silahkan 
berlomba-lomba untuk menjadi presiden NKRI agar kekayaan bisa bertambah banyak 
berkat sebagai fasilitas kepala sebagai negara. Kalau yang sedikit duitnya 
turut berlomba, tentu tidak akan menang untuk menjadi presiden "pilihan 
rakyat", tetapi bisa menjadi pendukung utama kandidat-kandidat ini, dan semoga 
bila  mereka dipilih akan tetap Anda diingat akan dukungan Anda, agar Anda bisa 
turut diberi limpahnya. 


http://www.mediaindonesia.com/read/2010/07/07/153438/3/1/Rivalitas-Aburizal-Hatta-Menuju-RI-1-Mulai-Terlihat


Rivalitas Aburizal-Hatta Menuju RI-1 Mulai Terlihat 
Minggu, 04 Juli 2010 20:52 WIB      


 
Dok MI/as

JAKARTA--MI: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan 
Romahurmuziy mengatakan rivalitas antara Ketua Umum Partai Golkar Aburizal 
Bakrie dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Radjasa menuju kursi 
Presiden pada pemilihan Presiden2014 sudah mulai terlihat. 

"Hal ini terlihat dari ramainya tarik-menarik antara ormas dan parpol yang 
tidak lolos persyaratan parliamentary threshold pada pemilu 2009 yang 
diinisiasi oleh Partai Golkar (PG) dan Partai Amanat Nasional (PAN) pada 
sepekan terakhir," kata Romahurmuziy melalui surat elektronik, Minggu (4/7). 

Romahurmuziy menjelaskan, rivalitas antara Aburizal Bakrie dan Hatta Radjasa 
memanfaatkan momentum karena menjelang berakhirnya kepemimpinan Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono pada 2014 belum ada figur dari internal Partai Demokrat yang 
dinominasikan oleh Presiden Yudhoyono. 

Menurut dia, munculnya rivalitas seperti ini tidak terhindarkan dan merupakan 
konsekuensi demokrasi. "Presiden Yudhoyono sering membuat keputusan strategis 
pada menit-menit terakhir, sehingga momentum tersebut dimanfaatkan oleh figur 
lain," kata Romy, panggilan akrab Romahurmuziy. 

Sekretaris Fraksi PPP DPR ini memperkirakan, momentum rivalitas Aburizal dan 
Hatta Radjasa ini masih akan banyak menyimpan manuver mengingat waktu menuju 
pemilu Presiden tahun 2014 masih lama. 

Sebagai pemimpin yang sangat peduli terhadap pencitraan diri, kata dia, 
keputusan pada menit-menit terakhir akan sangat dipengaruhi hasil survei 
elektabilitas berkala para pemimpin nasional yang sampai saat ini masih terus 
dilakukan. 

"Jika hal ini tidak segera diantisipasi dengan baik,maka rivalitas seperti ini 
berpotensi mendepopularisasi sekaligus mendiselektabilisasi Partai Demokrat 
pada pemilu 2014," katanya. 

Anggota Komisi VII DPR ini menambahkan, gerakan merekrut partai-partai yang 
tidak lolos persyaratan parliamentary threshold pada Pemilu 2009 akan diikuti 
dengan upaya yuridis sehingga mempersulit partai-partai yang baru lahir untuk 
mengikuti Pemilu 2014. 

Menurut dia, pertanyaan akan muncul, apakah rekrutmen partai-partai kecil ini 
merupakan upaya yang sehat dan sah? 

Jawabannya, kata Romy, realitas politik bukan melulu soal sehat dan sah, tapi 
soal mungkin atau tidak berdasarkan perimbangan suara kursi di parlemen yang 
menopang lahirnya sebuah undang-undang.

<<20100704_054103_haburizal1b.jpg>>

Kirim email ke