Sandiaga S Uno : Bentuk UU Lembaga Keuangan Mikro !!! SURABAYA - SURYA- SELAMA ini, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih terpinggirkan. Perlu upaya guna mendorong mereka agar terus bertumbuh, yakni dengan mendesak pemerintah dan DPR membuat undang-undang (UU) lembaga keuangan mikro.
Sandiaga: Tingkatkan Kredit UMKM Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang UMKM dan Koperasi, Sandiaga Salahuddin Uno, di sela kunjungan ke kantor Harian Surya, Senin (5/7). Menurutnya, langkah itu mendesak dilakukan agar rasio jumlah pengusaha dibanding jumlah penduduk Indonesia bisa meningkat. “Saat ini, rasio pengusaha kita hanya sekitar 0,18 persen dari jumlah penduduk. Jika upaya untuk mendorong pelaku usaha khususnya UMKM terus dilakukan, saya yakin tahun 2025 jumlahnya akan mencapai 5 persen dari jumlah penduduk kita,” papar Sandi yang akan maju sebagai kandidat Ketua Umum Kadin Indonesia pada Munas tahun ini. Menurutnya, dengan adanya dukungan UU lembaga keuangan mikro yang dimotori oleh sekitar 80.000 lembaga keuangan mikro secara nasional, penguatan pembiayaan yang selama ini menjadi kendala UMKM akan diatur, sehingga pelaku usaha akan lebih bankable. Baginya, tak ada kata lain untuk bisa mengangkat kembali prestasi Indonesia selain dengan menumbuhkembangkan jiwa entrepeneur yang diawali dari UMKM. “Ke depan, Kadin harus berpihak pada UMKM, dengan jalan pembinaan manajemen pelaku UMKM dan koperasi, juga meningkatkan alokasi kredit bagi UMKM, serta memperluas akses pasar,” urai pria kelahiran Pekan Baru, 28 Juni 1969 ini. Menurut dia, ada tiga masalah besar yang dihadapi pelaku UMKM saat ini, yaitu kualitas sumber daya manusia (SDM), akses pasar, dan pendanaan. UMKM, selama ini dibiarkan tumbuh sendiri oleh pemerintah tanpa kebijakan yang berpihak. Namun, sektor itu mampu bertahan pada saat krisis dan mampu menopang perekonomian negara. ”Saat ini, industri kreatif mampu memberikan kontribusi sekitar 5 persen dari total produk domestik bruto (PDB). Ke depan, saya optimistis jumlahnya akan meningkat sekitar 10-15 persen,” kata Sandi didampingi sejumlah pengurus Kadin Jatim dan Ketua Umum Hipmi Jatim, Diar Kusuma Putra. Selain itu, secara berkelanjutan akan melakukan pembinaan bagi kalangan pemuda untuk menjadi pelaku usaha yang kreatif, mandiri dan produktif. “Dan insya Allah, ke depan wajah Kadin akan baru dan melahirkan gagasan ekonomi baru, agar Indonesia kembali setara dalam prestasi dan reputasi,” tukas peraih gelar MBA dari George Washington University ini. Munas Kadin Indonesia sendiri biasanya digelar 5 tahun sekali, namun untuk periode ini ada keistimewaan, mengingat Ketum Kadin MS Hidayat mengundurkan diri karena menjadi Menteri Perindustrian. Munas rencananya akan digelar Agustus atau September mendatang. “Kita berharap Munas bisa digelar di Jatim. Kadin Jatim siap untuk itu,” jelas Deddy Suhajadi, Wakil Ketua Umum Kadin Jatim.ndio http://www.surya.co.id/2010/07/06/bentuk-uu-lembaga-keuangan-mikro.html
