Mahasiswa Tuntut Sandiaga Uno Ditangkap Senin, 21 Desember 2009 | 17:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekitar seratus massa yang mengatasnamakan Gerakan Kadin Bersih (GKB) melakukan unjuk rasa di depan Kepolisian Daerah Metro Jaya, Senin (21/12). Aksi demo yang diikuti sejumlah mahasiswa dari menuntut wakil ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Sandiaga Uno atas perkara pemalsuan dokumen penjualan tanah kepada Pertamina. Koordinator Lapangan GKB Edy Chmaidy menyerukan agar Polda Metro Jaya yang tengah mengusut perkara tersebut segera menangkap Sandiaga yang dinilai bersalah. "Pemalsuan dokument penjualan tanah telah menyebabkan Pertamina rugi miliaran rupiah. Kami mendesak Polda mengusut tuntas dan menangkap Sandiaga sebagai tersangka," ujarnya ditemui di lokasi, Senin (21/12). Massa terdiri dari mahasiswa berbagai universitas antara lain Universitas Borobudur, Universitas Islam Negeri, STMIK dan Jayabaya datang dengan delapan bus metro mini sambil membawa spanduk serta foto mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tersebut dengan tulisan Tangkap serta Wanted. Aksi yang berlangsung di pintu samping Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman. Selain itu massa juga akan bergerak melakukan demonstrasi ke gedung Kadin, Rasuna Said, Kuningan Jakarta. Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Idham Azis yang turut memantau unjuk rasa itu mengatakan polisi akan terus mengusut tuntas kasus pemalsuan dokumen yang melibatkan Sandiaga Uno. Sandiaga telah dipanggil minggu lalu untuk dimintai keterangan, namun tidak hadir karena sakit. "Dia masih sebagai saksi, pemanggilan kedua setelah tahun baru," tambahnya. Kasus ini bermula dari laporan kehilangan sertifikat tanah di Tangerang dengan nomor 31 yang dilaporkan Edward Suryajaya pada tahun 2001. Namun diketahui tanah tersebut menjadi pemenang tender di Singapura untuk lokasi depo Pertamina Tangerang dengan nomor sertifikat berbeda yakni nomor 32. Keabsahan Edward sebagai pemilik tanah juga telah dikuatkan oleh keputusan Pengadilan Tinggi di Singapura. Edward pun kemudian menuntut Dino Sudrajat sebagai perorangan maupun sebagai Direktur Utama Jakarta Depo Satelit sebagai pelaku pemalsuan dokumen. "Dilaporkan di Polres Metro Tangerang," ujarnya. Sandiaga Uno, lanjutnya diduga membantu Dino dalam melakukan pemalsuan dokumen surat tanah tersebut. VENNIE MELYANI http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/12/21/brk,20091221-214953,i\ d.html --- In [email protected], Al Faqir Ilmi <alfaqiri...@...> wrote: > > Sandiaga S Uno : Bentuk UU Lembaga Keuangan Mikro !!! > > SURABAYA - SURYA- SELAMA ini, usaha mikro kecil dan > menengah (UMKM) masih terpinggirkan. Perlu upaya guna mendorong mereka > agar terus bertumbuh, yakni dengan mendesak pemerintah dan DPR membuat > undang-undang (UU) lembaga keuangan mikro. > > Sandiaga: Tingkatkan Kredit UMKM > > Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang UMKM > dan Koperasi, Sandiaga Salahuddin Uno, di sela kunjungan ke kantor > Harian Surya, Senin (5/7). Menurutnya, langkah itu mendesak dilakukan > agar rasio jumlah pengusaha dibanding jumlah penduduk Indonesia bisa > meningkat. > > âSaat ini, rasio pengusaha kita hanya sekitar 0,18 persen dari > jumlah penduduk. Jika upaya untuk mendorong pelaku usaha khususnya UMKM > terus dilakukan, saya yakin tahun 2025 jumlahnya akan mencapai 5 persen > dari jumlah penduduk kita,â papar Sandi yang akan maju sebagai kandidat > Ketua Umum Kadin Indonesia pada Munas tahun ini. > Menurutnya, dengan adanya dukungan UU lembaga keuangan mikro yang > dimotori oleh sekitar 80.000 lembaga keuangan mikro secara nasional, > penguatan pembiayaan yang selama ini menjadi kendala UMKM akan diatur, > sehingga pelaku usaha akan lebih bankable. Baginya, tak ada kata lain > untuk bisa mengangkat kembali prestasi Indonesia selain dengan > menumbuhkembangkan jiwa entrepeneur yang diawali dari UMKM. > âKe depan, Kadin harus berpihak pada UMKM, dengan jalan pembinaan > manajemen pelaku UMKM dan koperasi, juga meningkatkan alokasi kredit > bagi UMKM, serta memperluas akses pasar,â urai pria kelahiran Pekan > Baru, 28 Juni 1969 ini. > > Menurut dia, ada tiga masalah besar yang dihadapi pelaku UMKM saat > ini, yaitu kualitas sumber daya manusia (SDM), akses pasar, dan > pendanaan. UMKM, selama ini dibiarkan tumbuh sendiri oleh pemerintah > tanpa kebijakan yang berpihak. Namun, sektor itu mampu bertahan pada > saat krisis dan mampu menopang perekonomian negara. > > > âSaat ini, industri kreatif mampu memberikan kontribusi sekitar 5 > persen dari total produk domestik bruto (PDB). Ke depan, saya > optimistis jumlahnya akan meningkat sekitar 10-15 persen,â kata Sandi > didampingi sejumlah pengurus Kadin Jatim dan Ketua Umum Hipmi Jatim, > Diar Kusuma Putra. > > Selain itu, secara berkelanjutan akan melakukan pembinaan bagi > kalangan pemuda untuk menjadi pelaku usaha yang kreatif, mandiri dan > produktif. âDan insya Allah, ke depan wajah Kadin akan baru dan > melahirkan gagasan ekonomi baru, agar Indonesia kembali setara dalam > prestasi dan reputasi,â tukas peraih gelar MBA dari George Washington > University ini. > > > Munas Kadin Indonesia sendiri biasanya digelar 5 tahun sekali, namun > untuk periode ini ada keistimewaan, mengingat Ketum Kadin MS Hidayat > mengundurkan diri karena menjadi Menteri Perindustrian. Munas > rencananya akan digelar Agustus atau September mendatang. > > > âKita berharap Munas bisa digelar di Jatim. Kadin Jatim siap untuk itu,â jelas Deddy Suhajadi, Wakil Ketua Umum Kadin Jatim.ndio > http://www.surya.co.id/2010/07/06/bentuk-uu-lembaga-keuangan-mikro.html >
