Beda semburan minyak BP dan semburan lumpur Lapindo, bedanya bukan pada 
kecelakaannya melainkan kepada penyebabnya.

Kalo BP itu penyebabnya betul2 karena kecelakaan alam, sebaliknya Lapindo itu 
penyebabnya keteledoran dan keserakahan untuk menggaruk untung yang berlebihan.

Sebelum pengeboran dimulai, lokasi pengeboran sudah diobservasi antara lain 
dengan pengukuran tekanan dan kemudian dari hasil pengukuran ini dilakukan 
perhitungan yang sempurna yang betul2 harus dikerjakan seorang ahli yang 
berpengalaman.

Lokasi pengeboran BP semuanya sudah berjalan lancar dan pipa2nya juga sudah 
dipasang sempurna, namun namanya Alam setiap saat bisa berubah jadi 
bencana.....  dan tekanan mendadak meninggi dan meledak semua pipanya hancur 
akibat ledakan tadi dan minyaknya berhamburan ke-mana2.

Sama sekali berbeda dengan kasus Lapindo, tidak ada ledakan, bahkan tidak ada 
pengukuran tekanan sebelum dibor, apalagi dilakukan perhitungan matematik 
terhadap tekanannya ternyata tidak pernah.  Semuanya serba gampang, lokasi 
sudah ditemukan langsung saja dibor, dan ternyata tekanannya cukup tinggi dan 
lumpurnya berhamburan.

Cara mengatasinya sebenarnya tidak susah, caranya juga hampir sama seperti yang 
terjadi dengan BP, yaitu dipasang pipa dan aliran minyak atau lumpur itu 
disalurkan melalui ujung pipanya, kemudian ujung pipa itu ditutup.  Gampang 
sekali, tapi memang mengerjakannya itu yang susah, belum ada ahli apalagi 
kontraktor Indonesia yang sanggup.  Karena pipanya pipa khusus yang untuk 
menentukan jenis pipanya juga ada ahlinya sendiri, ada sekolahnya tersendiri.  
Kemudian ada semen-nya yang juga khusus untuk semen dibawah laut yang bisa 
mengeras dengan air laut yang asin.

Apakah pemerintah dan ahli2 Indonesia enggak ada yang tahu ????  Sebenarnya 
pemerintah dan ahli2 Indonesia semuanya juga tahu tapi untuk mengerjakannya 
harus menyewa kontraktor Amerika yang bayarannya aduhai lebih baik biayanya 
dikantongin aja rame2.

Pipanya mahal, semen-nya mahal, mengerjakannya juga harus kontraktor khusus 
yang lebih mahal lagi harganya.  Demikianlah setelah dikalkulasi biayanya, 
akhirnya diputuskan, anggap saja bencana alam.

Meskipun biaya untuk mengatasi lumpur Lapindo itu mahal, tapi dibandingkan BP 
jelas lumpur Lapindo masih 30x lebih murah biayanya karena tekanannya tidak 
setinggi ledakan BP.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke