YLKI: Konsumen Dipaksa Beralih ke Pertamax Jakarta - Sejumlah mobil mengami kerusakan pompa bensin karena menggunakan bahan bakar Premium. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menduga adanya kesengajaan yang dilakukan PT Pertamina (Persero) atau pihak tertentu untuk menurunkan kualitas premium agar orang beralih ke pertamax.
Menurut Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, penurunan kualitas premium yang dilakukan pihak tertentu tersebut, tentu saja akan berimbas terhadap mesin mobil karena saat ini saja kualitas BBM di tanah air masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan standar internasional. "Dengan adanya temuan atau dugaan premium yang rendah itu mungkin disengaja oleh Pertamina atau pihak tertentu untuk agar orang beralih ke pertamax. Ini sangat logis kalau didekati dengan indikasi semacam itu. Tapi ini sangat licik," ujar Tulus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/7/2010). Ia juga menduga adanya penurunan kualitas BBM beroktan 88 itu dilakukan dengan tujuan untuk menekan penggunaan BBM bersubsidi di masyarakat. Seperti diketahui, saat ini pemerintah memang tengah bingung mencari cara untuk menekan penggunaan BBM bersubsidi di masyarakat, karena diperkirakan konsumsi BBM bersubsidi pada tahun ini akan membengkak menjadi 40,1 juta kiloliter, sementara kuota BBM bersubsidi dalam APBN-P 2010 dipatok di level 36,5 juta kiloliter. "Iya, tapi jangan dengan cara-cara seperti ini, itu cara yang nggak fair. Karena dari alasan apa pun pengendalian konsumsi BBM itu yang paling lazim digunakan adalah dengan harga. Pengendaliannya dengan harga. Tanpa harga memang sulit sekali melakukan itu," jelasnya. "Tapi kalau bermain dengan mengurangi kualitas dan segala macam itu justru pelanggaran terhadap UU perlindungan konsumen dan UU Migas itu sendiri," tambahnya. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Djaelani Sutomo saat ditemui usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/7/2010) memastikan kualitas premium yang dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik BUMN Migas itu tidak mengalami perubahan. "Kualitas itu tidak berubah, Kalau saya merubah spesifikasi yang sudah ditetapkan Ditjen Migas, saya bisa digebuki orang," ungkapnya. http://oto.detik.com/read/2010/07/20/183547/1403243/648/ylki-konsumen-dipaksa-beralih-ke-pertamax Ada Apa dalam Premium? Jakarta - Kasus bermasalahnya fuel pump pada ribuan mobil secara serentak dalam bulan ini banyak diduga karena bensin yang kotor, sehingga menyumbat dan memberatkan kerja dari fuel pump. Namun, oleh penelusuran bengkel Twin Garage, setelah ditelusuri dengan membongkar saluran bensin mulai dari tangki sampai mesin, pada Suzuki Baleno, diketahui kalau ternyata bukan bensinnya yang kotor. "Kita lihat sendiri, filter bensinnya bersih, bahkan fuel pump-nya juga enggak ada kotoran sama sekali," ujar pemilik bengkel Twin Garage, Ajat Sudrajat, ketika ditemui detikOto, di Pusat Sparepart Ruko Taman Raflesia, Bekasi Timur. Apalagi, sebelumnya Suzuki Karimun bahkan ketika dikuras tankinya, bensin yang ada didalam tangki tersebut hitam dan bahkan berlumpur di dasar-dasar tangki. "Tapi cuma dikuras, mobil masih bisa jalan, tidak sampai harus ganti filter ataupun fuel pump," papar Ajat. Ajat menduga ada kandungan dalam bensin Premiumnya yang merusak komponen pada fuel pump, sehingga ketika dilihat, fuel pump seperti terbakar, atau gosong. "Bahkan bila kita pegang juga panas, seharusnya tidak sampai seperti itu," ujarnya. Tapi memang, diakui oleh Ajat, bakal sulit untuk membuktikan kalau memang ada campuran di dalam bensin Premium yang merusak komponen pada fuel pump mobil. "Kecuali ada lembaga independen yang mau memeriksanya di laboratorium," tambahnya. http://oto.detik.com/read/2010/07/21/101633/1403470/648/ada-apa-dalam-premium Gaikindo Tunggu Hasil Pemeriksaan Fuel Pump Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan masih menunggu hasil analisis para ATPM terkait maraknya fuel pump rusak. Hal tersebut diutarakan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiarto. "Kita tunggu saja, biar masing-masing merek menyelidiki sendiri, kita serahkan pada masing-masing merek," ujar Jongkie kepada detikOto, Selasa (20/7/2010). Karena permasalahan komponen yang rusak tersebut, lanjutnya, bisa disebabkan karena banyak hal. Sehingga, tidak bisa langsung menyalahkan kualitas Premium. "Bisa saja tankinya kotor, atau mengisinya di SPBU mana, atau memang dari mobilnya sendiri. Ya, banyak hal lah," paparnya. http://oto.detik.com/read/2010/07/20/185152/1403252/648/gaikindo-tunggu-hasil-pemeriksaan-fuel-pump Sebulan, 1.320 Fuel Pump Taksi Jebol Jakarta - Kasus fuel pump jebol tidak hanya diderita oleh pengguna mobil pribadi saja. Operator taksi juga dirugikan. Jumlahnya fantastis. Operator Taksi Blue Bird mengaku sudah 1.200 unit taksi Limonya mengalami masalah pada fuel pump. "Taksi yang fuel pumpnya rusak banyak, mas. Kalau dihitung itu sejak bulan Juni sudah 1.200 unit. Itu hanya armada yang di lapangan ya," ujar Humas Blue Bird Teguh Wijayanto ketika dihubungi detikOto, Selasa (19/7/2010). Mogoknya taksi itu dikhawatirkan mengganggu citra Blue Bird di mata masyarakat. "Itu berdampak pada pelayanan kalau sampai mogok, takutnya mengecewakan pelanggan, yang kedua kalau pengemudi tidak beroperasi mereka tidak mendapatkan pendapatan yang maksimal itu menjadi concern kita," ujarnya. Bukan hanya mobil lama yang fuel pumpnya jebol, mobil Limo keluaran terbaru pun masalahnya sama. "Kita kan tiap bulan ada sekitar 250 armada baru," ujarnya. Blue Bird tidak sendiri, operator taksi yang lain juga merasakan hal yang sama. Armada taksi milik operator Indah Family taksi yakni PT Sumatra Raya juga sering rusak fuel pumpnya. Menutur Manajer Teknik PT Sumatra Raya Sudiarman Manalu kasus ini mulai terjadi sejak bulan Juli, berbarengan dengan yang dialami oleh para pengguna mobil pribadi lainnya. Bahkan menurutnya mobil taksi Lova yang gres pun terkena dampak fuel pump jebol. "Dari 600 unit armada kita hampir 120-an unit yang terkena. Solusinya memang kita pasang fuel pump Bosch. Dalam jangka 10 hari ini belum ada masalah," ujarnya. http://oto.detik.com/read/2010/07/20/174114/1403183/648/sebulan-1320-fuel-pump-taksi-jebol Premium Hanya Cocok Untuk Mobil Keluaran 2005 ke Bawah Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyarankan agar mobil yang diproduksi tahun 2007 ke atas harus menggunakan Pertamax agar mesin tidak rusak. Premium hanya cocok digunakan untuk mobil yang diproduksi tahun 2005 ke bawah. Hal tersebut disampaikan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Djaelani Sutomo saat ditemui usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/7/2010). "Kualitas Premium memang sampai segitu. Kalau untuk mobil tahun 2005 itu masih aman. Tapi mobil produksi untuk tahun 2007 ke atas, entah mobil kecil atau besar Itu kompresinya sudah tinggi sehingga dia harus menggunakan Pertamax. Ini suara Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), bukan suara saya," ujar Djaelani. Lagipula, dalam buku petunjuk penggunaan mobil yang diproduksi 2007 tahun ke atas, para pemiliknya disarankan untuk menggunakan BBM beroktan 92 karena sudah sesuai dengan spesifikasi mesinnya. “Sudah diproduksi dengan kompresi tinggi. Coba lihat di buku manualnya itu kan sudah menggunakan RON 92. Kalau mesin ngelitik itu menunjukkan kalau oktannya tidak cukup. Kalau BMW pakai itu...masak beli BMW, tidak berani beli BBM mahal," tanyanya. http://oto.detik.com/read/2010/07/20/163607/1403121/648/premium-hanya-cocok-untuk-mobil-keluaran-2005-ke-bawah
