Refleksi : Mungkin kenalan atau keponakannya, jadi pihak Kejari tahu diri.
http://us.surabaya.detik.com/read/2010/07/21/184527/1404143/466/kejari-di-kampung-sby-mandul-ungkap-korupsi?y991102465 Kejari di Kampung SBY Mandul Ungkap Korupsi Rois Jajeli - detikSurabaya Surabaya - Dua kejaksaan negeri (kejari) di bawah jajaran Kejakasaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mandul mengungkap kasus korupsi. Salah satunya kejari kampung asal Presiden SBY, Pacitan dan Kejari Lumajang. Kondisi tersebut membuat Kajati M Farela geram dan akan menindak kajari yang bersangkutan. Pasalnya dari 37 kejari di Jatim, hanya dua kejari tersebut yang tidak mengungkap kasus dugaan korupsi. "Akan dimintai keterangan. Apa saja yang dilakukan selama ini dan kenapa sampai nihil," kata Kajati Jatim M Farela saat jumpa pers di gedung kejati, Jalan Ahmad Yani, Rabu (21/7/2010). Farela tidak ingin jajarannya melempem dalam mengungkap kasus yang merugikan keuangan negara. Karena itu, kejati akan melayangkan demosi atau diturunkan jabatannya sebagai kajari yang mandul ungkap kasus korupsi. "Kalau jawabannya tidak masuk akal, ya kita kenakan sanksi, bisa demosi," tegasnya. Sementara Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Moh Anwar mengaku selama semester pertama tahun 2010, kejati dan jajarannya berhasil mengungkap 241 kasus korupsi. Terdiri dari Kejati Jatim sebanyak 33 kasus, Kejari Jember 27 kasus, Kejari Surabaya 17 kasus, Sidoarjo sebanyak 14 kasus, Banyuwangi 12 kasus dan kejari-kejari lainnya, kecuali Kejari Pacitan dan Lumajang. Dari 241 kasus dugaan korupsi di Jatim, sebanyak Rp 4.638.006.257 uang negara yang berhasil diselamatkan. Namun, kejati masih terus berkoordinasi dengan audit BPKP untuk menyelidiki kerugian negara. "Dari 241 kasus yang sampai ke tingkat penuntutan sebanyak 98 kasus. Selama ini tidak ada hambatan dan tidak ada masalah. Kita akan menuntaskan kasus yang ada ini dan mengungkap kasus korupsi lainnya," ujar Anwar. (roi/fat)
