Obama Ultimatum Palestina Berunding Tanpa Syarat !!!
Akhirnya, Obama kehilangan kesabarannya, dia jadi naik pitam melihat cara2
orang Arab berunding, pelintir sini dan pelintir sono.
Kita sama2 masih ingat urut2an permasalahannya setelah Israel menyerang
habis2an dalam sweeping pengikut2 Hamas. Akibatnya negara2 Arab protest karena
banyaknya korban2 yang jatuh. UN meminta Israel untuk menghentikannya, tapi
Israel tidak mungkin menghentikan serangan cuma secara sepihak.
Atas kemauan baik Israel menyatakan kesediaan menghentikan serangannya dengan
cara melakukan blokade ekonomi agar supply senjata Hamas untuk menghancurkan
Israel bisa diblokade.
Demikianlah disertai dengan pembangunan tembok2 beton mengelilingi perbatasan
Israel akhirnya berhasil serangan2 roket Hamas dikurangi, namun selama
supplynya masih ada, maka tembakan2 roket itu akan berlangsung terus. Barulah
setelah blokade makin rapat akhirnya semua serangan2 Hamas bisa diminimalisir.
75% kekuatan Hamas berhasil dihancurkan. Tetapi negara2 Arab masih menuntut
agar blokade dibuka dan Israel menolaknya.
Negara2 Arab meminta agar Abas bersedia berunding dengan Israel, tetapi setelah
Abas bersedia berunding dengan Israel tanpa syarat, justru Israel menolak
berunding karena apanya yang mau dirundingkan lagi kalo kenyataan pasukan
Israel sudah berhasil membungkam kekuatan teror2 Hamas.
Dengan lobi politik negara2 Arab kepada Amerika, akhirnya Amerika bersedia
menjadi perantara untuk memaksakan Israel turun berunding dengan Abas.
Tapi, setelah Israel bersedia berunding, Abas ngaco lagi, dia minta agar
pengembangan pemukiman di Jerusalem Timur dihentikan. Kembali Amerika menekan
Israel agar menghentikan pembangunan tsb dan Israel hanya bersedia
menghentikannya selama 3 bulan agar perundingan bisa berlangsung.
Apa lacur, dasar orang Arab ngomongannya enggak bisa dipegang, setelah
pembangunan dihentikan, ternyata Abas meminta jaminan tertulis dari Amerika.
Benar2 tolol, wong kalah koq justru menuntut precondition ??? Bagi Israel
berunding tidak penting, lebih penting menghancurkan semua musuh2nya yang
berusaha memusuhinya.
Obama akhirnya naik pitam, tuntutan jaminan tertulis dari Amerika tidak dijawab
oleh Obama. Kalopun mau dipikir pakai pikiran sehat, justru Arab2 Palestina
inilah yang tidak pernah bisa dipercaya dalam perundingan. Meskipun sudah
ditanda tanganinya seperti perjanjian Camp David tapi ternyata bisa gampang
saja dilanggarnya sendiri.
Dari pengalaman cara2 Arab melanggar perjanjian camp David, tentunya tidak
perlu ada perjanjian2 kosong lagi. Amerika tidak mau dipermalukan kedua
kalinya, susah payah dengan dana besar perjanjian camp david bisa dirampungkan
ternyata juga dilanggar oleh Arab Palestina ini. Sekarang sudah kalah
sekalipun masih saja menuntut agar Amerika yang disuruh memberi surat jaminan
kepada Abas. Lucu bukan ????
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/10/08/01/127761-obama-tekan-palestina-untuk-segera-berunding-dengan-israel
Jawaban Obama tegas, Abas diminta berunding tanpa syarat, kalo tidak mau
berunding maka tugas Amerika sebagai perantara sudah selesai dan Obama tidak
akan mau menemui Abas lagi. Urus sendiri aja dengan Israel tanpa perlu
mengharapkan bantuan Amerika.
Ny. Muslim binti Muskitawati.