Meski Kalah Perang Enggak Bisa Menyerah !!!
> <ayubya...@...> wrote:
> hehehe ... kalah perang kagak boleh nyerah...
> kesian amat tuh tentara...
>
Sebenarnya ini adalah rahasia militer, kalo sampai terberitakan keluar pasti
diprotest. Tapi cara inipun kita gunakan di Timor Timur dulunya. Perang di
Timor Timur sebetulnya udah usai, banyak yang mau menyerah karena ada pengawas
dri Palang Merah Internasional maka pemerintah RI pura2 menerima mereka yang
menyerah disuruh duduk dilapangan, di apelkan dan dicatat data2 masing2nya.
Seelah pengawas dari Palang Merah Internasional ini pulang, pura2nya oleh pemda
setempat mau dipestakan menyerahnya orang2 ini. Namun diantara mereka
disusupkan mata2 yang menyebarkan info2 yang menakutkan bahwa mereka mau
dibunuh semuanya.
Oleh karena itulah, si mata2 ini menyuruh mereka yang tadinya sudah menyerah
untuk lari lagi kegunung sambil membawa senjata2 dari serdadu yang lagi
ketiduran.
Ini memang disengaja, karena musuh yang lemah yang lari kesana kemari ketakutan
mana bisa menang, dan mana punya pilihan lain selain menyerah ??? Susahnya
kalo menyerah maka perang selesai dan duit tunjangan tidak ada lagi. Jadi
untuk itu perpanjanglah peperangan, dan jangan bisa mereka menyerah, jangan
dibunuh habis yang penting bisa main kejar2an selama mungkin. Itulah yang
terjadi di Timor Timur dulu, dan sekarang di Afghanistant, Pakistant, dan di
Iraq. Urusan rakyatnya menderita, biarlah cari dana ditempat lain untuk mereka.
Demikianlah, kalo anda lihat kasus Hamas, coba anda kasih usul gimana caranya
bisa diterima menyerah ??? Enggak ada tempat untuk menyerah, mau menyerahkan
diri kepada tentara Israelpun pasti diusir, sana pergi, bahkan tidak ditangkap,
baru dibunuh kalo mereka menembak dan ini ada alasan, ada bukti, dan ada saksi.
Jadi kalo tidak ada saksinya, meskipun nembakin tentara Israel sekalipun
kadang kalanya didiemin enggak ditembak mati. Semua ini penting, yaitu penting
untuk menyadari masyarakat bahwa melawan hasilnya mati ketembak.
Sebenarnya cara2 begini pernah dikritik, karena di Amerika sendiri permainan
begini juga digunakan. Penjahat2 kelas berat yang dipenjarakan, sengaja
dilepaskan karena katanya sudah tidak berbahaya. Padahal sengaja dilepas agar
berbuat kejahatan lagi sehingga memberi kesempatan polisi untuk menembaknya
mati.
Ny. Muslim binti Muskitawati.