http://regional.kompas.com/read/2010/08/08/12023028/10.000.Gadis.Wakatobi.Siap.Dilamar
Festival Budaya Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara
10.000 Gadis Wakatobi Siap Dilamar
Minggu, 8 Agustus 2010 | 12:02 WIB
KENDARI, KOMPAS.com - Sebanyak 12 kapal lagi dari 146 kapal mewah dari sejumlah
negara Eropa, Amerika Serikat, dan Australia, Minggu (8/8/2010) tiba di
Wakatobi. Kapal-kapal itu berencana meramaikan Festival Budaya Wakatobi,
Provinsi Sulawesi Tenggara, yang dimulai pada 13 Agustus.
"Sabtu kemarin, delapan kapal mewah yang lego jangkar di Wakatobi. Minggu siang
ini, sudah 12 kapal lagi yang sudah berlabuh sehingga jumlah kapal mewah yang
sudah berlabuh mencapai 20 kapal," kata Bupati Wakatobi, Hugua, ketika
dihubungi dari Wanci, ibu kota Kabupaten Wakatobi, Minggu (8/8/2010).
Menurut Bupati, 12 kapal yang tiba pada Minggu siang menyeberang dari Kupang,
Nusa Tenggara Timur. Semula kapal-kapal tersebut akan mengikuti Sail Banda di
Halmahera, Maluku Utara, tetapi karena cuaca tidak mendukung, mereka tidak
meneruskan perjalanan ke Banda, tetapi singgah di Wakatobi.
Menurut keterangan dari salah satu penumpang kapal mewah berkebangsaan Amerika,
masih ada sekitar 40 kapal yang akan menyeberang dari NTT, tidak lagi ikut ke
Sail Banda.
Sedangkan kapal mewah peserta Sail Banda yang berjumlah sekitar 50 kapal,
secara bertahap masuk Wakatobi dan diperkirakan seluruhnya akan tiba di
Wakatobi pada 16 Agustus.
"Malam 16 Agustus, seluruh peserta Sail akan dijamu makan malam oleh Bupati
Wakatobi dan pada saat itu akan disuguhkan berbagai jenis makanan tradisional
khas Wakatobi, seperti Kasuami, Pepedan, umbi-umbian," katanya.
Selain menyelam, selama berada di Wakatobi, para penumpang kapal yacht akan
disuguhi berbagai atraksi budaya, seperti Karia, Kabuenga, dan berbagai tradisi
lainnya.
Khusus tradisi Karia, tradisi keluarga masyarakat Wakatobi, mengumumkan,
anak-anak gadis mereka yang sudah memasuki usia akil balig dan sudah siap
dilamar akan diikuti sebanyak 10.000-an peserta yang berasal dari berbagai
pelosok di Wakatobi.
Festival budaya ini benar-benar merupakan hajatan masyarakat Wakatobi dalam
menyambut para penumpang kapal yang akan menyelam di perairan laut Wakatobi.
"Festival ini boleh dibilang pesta rakyat," katanya.