Refleksi : Bukankah di NKRI terdapat banyak universitas dan profesor yang bertumpuk-tumpuk, mengapa tidak sendiri memproduksi vaksin Meningitis supaya langsung terjamin halal?
http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/vaksin-meningitis-asal-china-harus-lulus-uji-bpom/ Senin, 09 Agustus 2010 13:26 Vaksin Meningitis asal China Harus Lulus Uji BPOM OLEH: DIDIT ERNANTO Bandung - Sekalipun telah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), bukan berarti vaksin meningitis dari China bisa langsung masuk ke Indonesia. Vaksin meningitis itu harus terlebih dulu melalui uji Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sejauh ini, BPOM belum pernah melakukan uji terhadap vaksin China. "Karena belum ada vaksin buatan China yang masuk ke Indonesia," kata Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza BPOM, Lucky S Slamet, yang ditemui SH di sela-sela 6th Annual Meeting Islamic Development Bank (IDB)-Self Reliance in Vaccine Production (SRVP) Programme, di Bandung, Minggu (8/8). Sebelumnya, MUI menyatakan bahwa ada dua vaksin meningitis yang dinyatakan halal, yaitu vaksin produksi Novartis dari Italia dan Tian Yuan dari China. Vaksin meningitis ini akan dipergunakan untuk para calon jemaah haji Indonesia tahun ini. Sementara itu, vaksin produksi GlaxoSmithKline (GSK) dari Belgia masih dinyatakan haram oleh MUI karena mengandung babi. Uji vaksin yang akan dilakukan BPOM melalui dua cara. Pertama, dengan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui khasiat, mutu, maupun komposisi bahan bakunya. Uji lain dilakukan dengan mengunjungi pabrik vaksin tersebut. Lucky mengakui, BPOM pernah berkunjung ke salah satu pabrik vaksin di China. Tetapi, pabrik tersebut tidak sempat diteliti secara menyeluruh. Dengan demikian, kunjungan itu tidak dapat dikatakan sebagai pengujian BPOM terhadap industri vaksin di China. Apabila dari hasil uji yang dilakukan BPOM menyatakan tidak memenuhi syarat, maka vaksin China itu dipastikan tidak dapat diimpor. "Badan POM tidak menguji vaksin untuk menentukan masalah halal atau haram," tegas Lucky. Sementara itu, untuk vaksin meningitis buatan Novartis Italia, Lucky menyatakan tidak masalah untuk diimpor. Pasalnya, vaksin meningitis tersebut telah ada di pasaran Indonesia. Artinya, BPOM telah melakukan pengujian vaksin meningitis tersebut. BPOM tetap melakukan uji berkala setiap tahun terhadap vaksin yang telah masuk ke Indonesia itu. Uji laboratorium dilakukan dengan mempergunakan sampel vaksin secara acak.Sementara itu, impor vaksin meningitis GSK buatan Belgia telah dihentikan setelah MUI menyatakan vaksin itu haram. Direktur Utama PT Bio Farma Iskandar mengatakan, sudah ada sebanyak 18.000 dosis vaksin meningitis asal Belgia yang telanjur diimpor senilai Rp 2 miliar. "Seluruh vaksin yang telanjur didistribusikan akan ditarik kembali," ujar Iskandar. Bio Farma diberi kewenangan mengimpor vaksin meningitis dari GSK itu oleh Kementerian Kesehatan sebanyak 80.000 dosis.
