Refleksi :
PGI berikan Kitab yang dalam ada tertulis pada ayat 5:51 "Belivers take
neither Jews nor Christians for your friends and protectors. Threy are friends
and protectors of one another. Whoever of you seeks their friendship and
supports them shall become one of their numer. Allah does not guide wrongdoers."
http://www.harianpelita.com/read/1315/5/agama-&-pendidikan/pgi-sumbang-100-al_quran-untuk-napi-wni-di-australia/
PGI Sumbang 100 al-Quran untuk Napi WNI di Australia
Jakarta, Pelita
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia menyumbang 100 buah kitab suci al-Quran
kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin. Sumbangan yang dikoordinir
oleh Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) ini merupakan sebuah simbolisasi
perjuangan dalam melawan Hari Pembakaran al-Quran sedunia.
Untuk saat ini kita akan menyumbangkan 100 buah al-Quran kepada PP
Muhammadiyah, kata koordinator GPP yang juga sebagai penulis buku, Damien
Dematra, di gedung Dakwa PP Muhammadiyah, di Jakarta, Jumat (13/8).
Menurut Damien, al-Quran yang disumbangkan tersebut nantinya akan diberikan
pada para napi Indonesia yang sedang menjalankan ibadah puasa di penjara
Australia melalui Muhammadiyah yang akan bekerjasama dengan gereja-gereja di
Autralia.
Kebetulan ada gereja Australia yang meminta bantuan ke Muhammadiyah untuk
disumbang al-Quran, ujar dia.
Seperti diketahui, telah beredar dibebagai media masa tentang adanya kapanye
besar-besaran yang akan melakukan gerakan Pembakaran al-Quran sedunia oleh
kelompok Dove World Outreach Center di Amerikan yang dipimpin oleh Pastor Dr.
Terry Jones.
Namun, Damien menegaskan bahwa ternyata hal itu hanya dilakukan oleh segelintir
orang saja, bahkan aksinya tersebut ditentang oleh sebagian besar orang Amerika
baik dari Asosiasi Gereja maupun Asosiasi muslim.
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi
mendesak pemerintah Amerika Serikat mengklarifikasi aksi pemkaran al- Quran
tersebut.
Amerika harus memberikan klarifikasi secepatnya kepada umat Islam di dunia.
Selanjutnya, pemerintah AS pun harus memberikan tindakan tegas kepada para
kelompok tersebut, tegas Hasyim.(ay)