Refleksi : Apakah FPI juga akan mengiislamkan kaum non-Ahmadiyah dan apa 
keuntungannya bila diislamkan?


http://nasional.kompas.com/read/2010/09/01/17015713/FPI.Sudah.Islamkan.257.Anggota.Ahmadiyah


Ahmadiyah
FPI Sudah Islamkan 257 Anggota Ahmadiyah
Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liauw
Rabu, 1 September 2010 | 17:01 WIB

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Bocah melintas di depan Masjid Ahmadiyah An-Nur, Desa Manislor, Kecamatan 
Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat (30/7/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com - Front Pembela Islam membenarkan langkah Menteri Agama 
Suryadharma Ali yang menyarankan agar Ahmadiyah dibubarkan. Ketua Umum DPP FPI 
Habib Rizieq mengatakan, apa yang dilakukan politisi PPP itu telah sesuai 
dengan Perpres 1/PNPS/1965.

"
Cendekiawan yang demikian banyak bermain dengan pulpen dan kertas, turun dong 
ke lapangan. Dengarkan keresahan umat. 
-- Habib Rizieq
"
Dia menjelaskan, berdasarkan perpres itu, ada tiga langkah yang dapat dilakukan 
pemerintah untuk mengatasi kelompok-kelompok yang dinilai menistakan agama. 
Pertama, kelompok tersebut diberikan peringatan lisan. Kedua, pemerintah dapat 
mengeluarkan peringatan tertulis, seperti SKB 3 Menteri pada tahun 2008. Jika 
membandel, maka status dapat ditingkatkan dari SKB menjadi kepres.

"Menteri terkait berhak merekomendasikan pembubaran ke Presiden," kata Habib 
kepada wartawan seusai dialog pluralisme di kantor Konferensi Waligereja 
Indonesia, Jakarta, Rabu (1/9/2010).

Habib mengatakan, yang perlu dipikirkan pemerintah saat ini adalah bagaimana 
mekanisme pembubaran itu tanpa memicu kekerasan. Menurut Habib, aset-aset 
Ahmadiyah dapat disita, sementara pengikutnya dapat dibina dan disadarkan.

Tugas pembinaan berada di tangan pemerintah serta dibantu oleh Majelis Ulama 
Indonesia dan ormas-ormas Islam, seperti Nadhlatul Ulama, Muhammadiyah, dan 
bahkan FPI.

"FPI siap mengirimkan ribuan dai dan ustaz untuk membina tanpa dibayar. Di 
Serawu, antara Garut dan Tasikmalaya, 257 warga Ahmadiyah telah kami islamkan. 
FPI bekerja sama dengan ormas Islam setempat," katanya.

Soal adanya kekhawatiran dari sejumlah cendekiawan Muslim, seperti Buya Syafii 
Maarif dan Yenny Zannuba Wahid, bahwa pernyataan Menag dapat memicu konflik, 
Habib membantahnya.

"Cendekiawan yang bicara macam begini, maaf, bukan saya ingin merendahkan 
mereka. Mereka ini banyak bermain dengan pulpen dan kertas. Turun dong ke 
lapangan. Temuin warga. Lihat bagaimana resahnya warga dengan keberadaan 
Ahmadiyah. Kita tidak bisa menilai lapangan hanya dari pena dan kertas. Jadi, 
intelektual pena dan kertas di FPI tidak laku," kata Habib.

TERKAIT:
  a.. Presiden Harus Tegas kepada Menag
  b.. Presiden Harus Tegas kepada Menag
  c.. Pembubaran Ahmadiyah Butuh Proses
  d.. Menag: Ahmadiyah Memang Harus Dibubarkan
  e.. Ahmadiyah: Bersabar dan Berdoa



Kirim email ke