2010/8/7 M.S. Lubis <[email protected]>:
> Dari artikel Wak Haji di detikĀ "BlackBerry vs Kedaulatan Indonesia", saya
> sangat tertarik dengan poin nomor 3, yaitu:
> "Buat pandai bangsa. Masukan internet secara integral dalam kurikulum
> sekolah, berdayakan kaum ibu (perempuan melek TI), Lalu berdayakan UKM agar
> dapat menggunakan TI dengan baik."
> Bagi teman-teman pejuang IT/Open Source di Medan, sudah pernah melihat, atau
> bahkan terlibat dengan usaha seperti ini belum ya...?
> Saya pernah lihat salah satu teman disini adalah guru SMK, tapi saya lupa
> nama nya.
> Bisa sharing gak pak dengan kita sudah seperti apa, terutama tanggapan
> masyarakat terhadap "Melek IT" ini.
>
> Salam.
> --
> M.S. Lubis.
>

Kami pernah bentuk tim (Dosen + mahasiswa) utk membuat proposal ke
LPPM USU untuk penerapan FOSS ke beberapa warnet+rental komputer
disekitar kampus. Untuk keperluan itu, kita membuat kuisioner soal
pengetahuan mereka tentang FOSS (terutama Linux & OOo).

Seingatku, sebagian besar warnet+rental yang kita beri kuisioner
menjawab, tidak mengenal FOSS (Linux, OOo, dsb) dan tidak mau ambil
resiko untuk melakukan penerapannya (karena beresiko langsung terhadap
omzet). Kalau nanti ada razia, mereka lebih bersedia membeli
proprietary dari yang berwenang (misal : L*G*S), karena pelanggan
(end-user) tak perlu lagi beradaptasi terhadap sistem baru.

Di Medan juga pernah ada warnet Linux, dan kita juga survei ke sana
waktu itu. Hal yang paling sulit yang dihadapi pemilik warnet Linux
adalah ngajari pelanggan (end-user). Pemilik warnet juga enggak kenal
komunitas dan komunitas pun enggak kenal dengan pemilik warnet. Dan
terakhir kali, aku lewat depan warnet itu, sudah tutup.

-- 
http://moehfi.blogspot.com
y! : ti_pa_tu
gtalk : thedeadwalkin

Kirim email ke